Sabtu, 25 Agustus 2018

Day 17 : Melihat

Hai hai..

Udah mulai jarang nulis nih sekarang, aiihh kambuh hihihi🙈

Kalian yang baca tulisan ini sudah dipastikan dapat melihat kan temans..
Kalo gak, mana bisa baca tulisan aku di blog ini kan?

Nah, (dapat melihat) ini merupakan sebuah nikmat dari Allah yang sering terlupakan. Padahal, kalau kita ditakdirkan lahir dalam keadaan tidak bisa melihat sama Allah pasti untuk sekedar baca berbagai postingan di media sosial pasti mustahil. Kalau baca buku kan ada buku yang sudah di cetak dengan tulisan braille jadi saudara-saudara kita penyandang tunanetra tetap bisa membaca.

Nah, pernah gak sih kalian lihat guiding blocks atau pemandu bagi penyandang tunanetra? Pasti pernah lah yaa, pernah.. Itu looh, jalanan yang berwarna kuning dan ada motif atau bagian-bagian yang timbulnya di trotoar. Nah, itu namanya guiding blocks yang berfungsi untuk membantu penyandang disabilitas khususnya tunanetra untuk berjalan. Semacam panduan bagi mereka untuk berjalan.

Spesifiknya aku juga kurang faham yaa, karna ada beberapa blok yang motifnya berbeda. Pasti memiliki arti yang berbeda pula, aku hanya bisa menebak-nebaknya saja.

Nah, pernah ga kalian coba jalan di jalur itu sambil tutup mata? Kalau aku, pernah. Dan itu terkadang aku lakuin kalau lagi lewat, entah hanya iseng atau menerka-nerka bagaimana mereka berjalan dengan panduan tersebut.

Dan kemarin, tanggal 24 Agustus sekitar jam 7.30an malam, antara iseng dan ingin tahu, aku mencoba beberapa eksperimen, yakni berjalan di jalur guiding blocks sambil menutup mata selama beberapa detik di rute trotoar yang lurus.

Berikut hasilnya:
10 detik 18 langkah berjalan santai
10 detik 20 langkah berjalan cukup cepat
10 detik 15 langkah berjalan pelan.

Kesemuanya aku tidak percaya diri. Menganggap karna jalan lurus seharusnya memudahkan untuk berjalan lurus pula sesuai jalur, tapi rupanya jalan saya sempoyongan, hampir seperti orang mabuk darat mungkin jika ada yang melihat. Dan kesemuanya pasti keluar jalur dan mata terkadang memicing untuk mengintip jalurnya.

Gimana halnya jika kita benar-benar tidak bisa melihat? Sekedar memicingkan mata untuk mengintip sepersekian detik saja tidak bisa.

Maka dari itu, sepatutnya kita harus bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sering kita abaikan dan lupakan. Kita harus pandai sekali untuk mensyukuri setiap hal, kecil maupun besar di hidup kita.

Selalu ingatkan diri sendiri untuk bersyukur setiap harinya dan jadikan hari-hari kita penuh dengan hal-hal yang baik untuk dikerjakan dan waktu kita dipenuhi oleh hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Tetap semangat untuk terus jadi baik, untuk terus belajar jadi baik.

So, Kiki, sudahkah kamu bersyukur hari ini?
Kalau kamu, temans?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar