Minggu, 12 Agustus 2018

Day 11 #Challenge : Out of Stock - Glucose

Hari ini seperti biasa aktifitas diluar rumah hampir seharian. Mulai dari belanja sampai bertemu dengan calon pengantin plus para bridesmaids dan groomsman-nya.

Dari pagi sampai siang saya belum makan, hanya mengganjal roti ditengah perjalanan bertemu dengan mereka sekitar pukul 3 sore.

Sampai tempat yang dijanjikan perut sudah terisi dan bisa mengganjal, rasa lapar pun sudah hilang namun tidak bertahan lama.

Menjelang waktu Maghrib akhirnya saya merasa lapar kembali, masih bisa ditahan.

Saat Maghrib saya sudah benar-benar lapar dan rasanya kalau tidak makan saat itu maka rasa lapar saya akan hilang. Dan benar saja, setelah Maghrib rasa lapar benar-benar memuncak dan menguras seluruh energi sisa yang saya miliki.

Beberapa menit kemudian saya sudah tidak kuat berdiri lama-lama karena sekujur badan lemas. Disitu saya sudah tidak mau banyak beraktifitas. Sekedar ngomong saja tidak selera 😅

Bukan karena lapar, sungguh bukan. Kalau kita lapar dan terlewat pasti rasa lapar hilang dan selera makan sudah tidak ada, itu saja. Rasa lapar yang hilang jika masih tersisa glukosa didalam tubuh masih bisa menunjang aktifitas. Namun saat glukosa kita sudah berada di titik paling rendah maka tidak ada tenaga yang tersisa. Hanya ada rasa lemas dan mengantuk.

Hal ini sangat menyebalkan bahkan bagi saya pribadi, apalagi bagi teman-teman yang sedang bersama saya. Pasti mereka bingung, karena seorang Kiki yang biasanya pecicilan ga bisa diam ini akhirnya bisa diam juga. Malah terlalu diam 🙈😂

Di titik ini, mereka semua telah mengetahui seluruh kelemahan saya. Saya yang tidak bisa diam ini, akan berubah 180 derajat dari biasanya saat kehabisan energi.

Pernah satu hari ketika saya sedang pergi ke SeaWorld di Ancol bersama teman-teman sekolah, dari pagi sampai menjelang sore hari saya beraktifitas seperti biasa, aktif dan energik. Namun saat sore hari, ketika kita hendak pulang, saya sudah kehabisan tenaga dan hanya bisa diam. Sudah terlalu lelah untuk sekedar berbicara, dan menyimpan sisanya untuk berjalan menuju halte Transjakarta.

Setelah badan di beri asupan dan berisitirahat maka energi saya perlahan kembali dan saya telah kembali kepada diri saya seperti semula (haha 😂).

Terimakasih kepada teman-teman yang peduli terhadap saya, yang mau sabar ngadepin ngadatnya Kiki 😂 Memang sahabat adalah orang yang peduli bagaimanapun kondisi kita, bukan hanya orang yang penasaran ataupun kepo saja terhadap kita. Mereka merupakan keluarga tanpa ikatan darah. Sayang kalian 🙆🙆

Tidak ada komentar:

Posting Komentar