Senin, 06 Agustus 2018

Day 6 #Challenge : Job Seekers


Mencari pekerjaan merupakan momok yang besar bagi sebagian orang, ralat, bagi kebanyakan orang.

Perkataan yang telah di gembar-gemborkan masyarakat umum bahwa mencari pekerjaan merupakan hal yang sulit tanpa disadari menjadi doktrin yang amat meyakinkan di masyarakat, apalagi dikalangan remaja yang akan mulai mengenyam jenjang karier.

Dan tak disadari, hal itu pun melekat pada benak saya.

Saat lulus sekolah menengah di tahun 2012 saya mengikuti kegiatan magang yang berasal dari sekolah untuk mengisi waktu luang hingga kelulusan tiba. Ini diperuntukkan bagi siswa-siswi yang ingin saja, tidak perlu tes dan wawancara, hanya memenuhi jumlah yang diminta oleh perusahaan. Kalau tidak salah pihak perusahaan meminta 8 orang dan aku termasuk salah satunya.

Beberapa teman yang memang sempat praktek kerja lapangan (PKL) saat kami kelas sebelas disana tentu saja dengan antusias kembali mendaftarkan diri, dan karna sudah kenal dengan karyawan disana di tempatkan di tempatnya ketika PKL dulu.

Selang beberapa bulan satu per satu teman yang magang di perusahaan itu berhenti karna mendapatkan pekerjaan lain yang tentu lebih menjanjikan, dan bukan lagi pekerja magang yang hanya di bayar harian per kehadiran. Saya tetap bertahan disana tentu bukan karena gajinya, tapi saat itu saya berfikir ini bagus untuk selingan sembari mencari pekerjaan lain dan karena saya berkuliah mengambil kelas karyawan yang hanya masuk di saat weekend dan selebihnya mengikuti kelas online.


Tapi beberapa bulan disana saya tidak mencari pekerjaan lain. Hanya fokus magang dan kuliah. Enam bulan kemudian, Alhamdulillah, Allah mudahkan saya dalam pekerjaan dengan diangkatnya saya menjadi pegawai tetap ditempat saya magang.

Tepat per tanggal 01 Januari 2013 saya diangkat menjadi karyawan tetap disana. Saat saya mendapat gaji pertama saya sebagai karyawan tetap saya sangat bahagia. Gaji tersebut saya gunakan untuk membayar uang kuliah yang kebetulan bisa di cicil per bulan, saya sangat bersyukur karena bisa membantu meringankan beban orang tua karenanya πŸ™

Dulu gaji saya masih saya terima langsung berupa cash tidak di transfer melalui bank. Jadi saat sampai di rumah, saya memberikan satu amplop gaji pertama itu kepada Bapak. Disitu saya melihat goresan senyum yang terkembang begitu senangnya dan binaran di matanya yang berkaca-kaca sambil berucap syukur. Disitu saya merasa lebih sangat berbahagia πŸ™†

Tak terasa hari berganti Minggu, Minggu menjadi bulan, dan bulan berubah menjadi tahun. Di tahun 2018 ini saya menginjak tahun ke-6 bekerja disana. Jangan tanya bosan, karena itu sudah muncul dari beberapa tahun yang lalu. Apalagi jenuh pada pekerjaan yang itu-itu saja setiap harinya, aiiiiihhh, itu pun telah saya rasakan dalam beberapa tahun belakangan. Dan itu terus berulang. Oiya, sekedar penjelasan mengapa pekerjaan saya monoton, itu karena saya bekerja pada perusahaan kecil yang berbasis simpan-pinjam yakni koperasi karyawan sebuah perusahaan besar. Jadi saya bukan bekerja bukan pada perusahaan besar itu yang memiliki jenjang karir, melainkan pada koperasinya, yang berdiri sendiri dan bukan anak perusahaan tersebut. Jadi wajar jika pekerjaan saya sangatlah monoton hanya pada hal ituuuuu-itu saja.

Meskipun bosan, lelah dan jenuh menghampiri, namun bayangan akan sulitnya mencari pekerjaan terus menghantui saya, dan karena saya masih di tengah masa menjadi seorang mahasiswa membuat langkah saya stagnan, jalan di tempat tidak berani mencoba mencari pekerjaan lain. Pikiran "Ahh, nanti saja tunggu lulus" atau "Sabar.. bertahan disini sedikit lagi sampai kamu lulus kuliah" terus membisiki pikiran.

Dan, Alhamdulillah, sampai saya lulus kuliah saya masih di kantor yang sama hihihi, dan sudah dipastikan biaya saya selama kuliah sarjana strata satu dihasilkan dari sana. Sekarang pun, setelah satu tahun berlalu dari saya wisuda kelulusan, saya masih di kantor tersebut. Entah setia atau apa, atau terkena doktrin yang membawa pengaruh buruk? Yang jelas selama setahun ini saya sudah mencoba mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan dan belum mendapatkan satu pun panggilan hehe

Kok berkesan bangga ya?πŸ˜‚

Bukan bangga sih, lebih pada saya jadi merasa tidak bekerja begitu keras untuk mendapatkan pekerjaan baru selain pekerjaan yang saat ini sudah saya jalani. Tapi saya ingin mengembangkan sayap dan belajar dari lingkungan dan jenis pekerjaan baru, sehingga kemampuan saya terasah dan pengalaman saya menjadi lebih luas. Do'akan saya yaa temans agar segera mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik bagi segala aspek dalam kehidupan saya, AamiinπŸ™πŸ™


Sekian tulisan malam hari ini. Semangat bagi para pejuang pekerjaan baru! Lebih baik gagal tapi mencoba dari pada gagal karena tidak melakukan apa-apa. Dan lebih baik lagi berhasil dengan percobaan yang kita buat.. hehehe

Salam hangat dan sampai jumpa πŸ™‹

Tidak ada komentar:

Posting Komentar