Selasa, 21 Agustus 2018

Day 16 : Unnecessary Things, Tiring Things

Pernah gak sih kalian di ceng-cengin oleh teman? Atau di jodoh-jodohkan dengan seseorang?

Pasti hampir dari kita semua pernah mengalaminya. Saat kita masih remaja, rasanya masih fine-fine saja. It's easy, we were still young. Feelings can change anytime.

Tapi saat sudah dewasa, atau sudah memasuki usia yang pantas untuk menikah, itu menjadi hal yang tidak fine-fine saja. Karna banyak hal yang berkaitan dengan hati dapat menjadi sangat sensitif. Dan aku tidak suka. Benar-benar gak suka di ceng-cengin, gak suka di jodoh-jodohin..

Aku bukannya langsung menolak orang yang di jodoh-jodohkan atau jadi lawan ceng-cengan.. Tapi aku hanya ingin menjaga diri, tidak terbawa kedalam omongan-omongan orang yang pada akhirnya belum tentu akan terjadi.

Sesuatu yang dipaksakan bukankah tidak baik?

Bukan masalah pesimis atau optimis. Hanya, kalaupun memang iya, inginnya berjalan mengalir apa adanya.

Entah karna trauma masa lalu atau apa, yang jelas memang aku tidak suka. Itu hanya membawa harapan-harapan kosong. Taulah, hatinya wanita, mudah terbawa, mudah baper dan geeran. Maka menjaganya menjadi perkara yang sulit.

Maka dari itu, aku hanya ingin menghindari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dirasakan oleh hati.

Iya, kalau orang tersebut memang benar suka pada kita, kalau sebaliknya? Ke-geeran doang yang ada. Aiiihh, itu hal yang melelahkan.

Kalau memang dia serius sama kita, dia pasti akan menunjukkan keseriusannya, dan cukuplah itu yang menjadi bahan pertimbangan bagi kita para perempuan. Tidak usah menghiraukan ejekan-ejekan orang yang menjodoh-jodohkan.

Fokus pada yang datang langsung dengan niat yang baik lagi mantap. Yang terbukti singkron antara ucapan dan tindakan.

Tidak perlu menggubris omongan teman yang menjodoh-jodohkan. Itu benar-benar melelahkan.

Aku tidak berani bilang tidak suka bukan karena aku sebenarnya suka, tapi hanya bersikap antisipatif kalau-kalau nantinya Allah memang mentakdirkan demikian. Tidak ingin mendahului atas apa yang sudah Allah takdirkan.

Jika memang saat dijalani dirasa tidak cocok maka akan dilepas. Jika memang cocok maka akan berlanjut.

Memang tidak ada salahnya menjodoh-jodohkan atau sekedar ceng-cengan, hanya saja jika itu sudah terlalu sering itu akan sangat menyebalkan bagi orang yang menjadi objek tersebut.

Haaaaaahhh, intinya, aku lebih suka hubungan yang berjalan apa adanya, mengalir dengan sendirinya, tidak dibuat-buat dan dipaksa-paksa. Kemudian jika memang ingin serius maka seriuslah. Utarakan, bicarakan dan lakukan. Itu lebih baik.

Ini versiku, mungkin versi orang lain akan berbeda dan beragam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar