Rabu, 01 Agustus 2018

Day 1 #Challenge : Just Walk or Run?

Proses kehidupan tiap orang berbeda-beda. Ibarat anak bayi, dilihat dari fasenya pasti akan mengalami fase tengkurap, merangkak, merambat (berjalan sambil berpegangan pada apapun yang ada disekitarnya), berjalan dan baru kemudian berlari.

Begitupula dalam mempelajari maupun menjalani sesuatu dalam hidup. Setiap dari kita memiliki fase kita masing-masing. Ada yang baru berada di fase -akan tengkurap, ada yang sudah di fase merangkak, ada pula yang telah berlari.

Walau, dalam beberapa kasus, ada batita yang melewati beberapa fase karena faktor motorik mereka yang tidak sama dengan lainnya. Tapi itu bukan berarti mereka aneh ataupun tidak wajar karena tidak sama seperti umumnya. Hal itu justru merupakan sebuah keistimewaan tersendiri bagi para orang tua terhadap si anak.

Pun ada pula yang mengalami keterlambatan. Si A sudah berjalan tapi si B merangkak pun belum. Tapi dilihat dari sisi lain, si B sudah menguasai kosakata yang lebih banyak dari si A yang kalimatnya masih susah di mengerti.

Ini merupakan proses dari pertumbuhan seorang manusia, dari bayi hingga dewasa. Kesemuanya memerlukan latihan yang berkelanjutan dan kesabaran. Yups, kesabaran bagi orang tua yang membantu anaknya untuk berjalan, melatih dan membimbing mereka. Pilihan yang di ambil sang ayah atau bunda dalam mengambil sikap terhadap perkembangan si anak.

Begitupula dengan diri kita. Proses kehidupan setiap manusia berbeda, ada juga yang sama. Tak jarang dalam kesamaan pun masih ada perbedaannya. Kita akan menuai apa yang kita tanam, begitu kata orang bijak. Yang terpenting adalah tetap melakukan yang terbaik untuk mendapatkan apa yang ingin kita raih. Bekerja keras, tekun, berkemauan kuat dan bersabar.

Hasil gambar untuk bekerja keras
Sumber : Google

Bisa karena terbiasa merupakan ungkapan yang sangat relevan bagi proses pembelajaran kita. Tapi sebelum bisa dan terbiasa, kita harus memilih untuk melangkah pada apa yang ingin kita kuasai.

Sebenarnya masih rada bingung dengan bagaimana cara menyampaikan benang merah dari keseluruhan tulisan ini -mungkin yang baca juga lebih bingung hehe. Garis besar yang ingin di sampaikan-nya sih, yang berhubungan dengan judul yang ditulis adalah kita harus membuat pilihan dalam hidup dan mempelajarinya. Setiap saat kita akan di hadapkan pada pilihan, tidak mungkin tidak. Dan pilihan yang kita ambil menuntun kita pada proses pembelajarannya.

Seperti adanya siang setelah malam. Pilihan yang kita ambil memberikan hubungan sebab-akibat yang akan kita terima nantinya. Dan, pilihan yang saat ini sedang saya ambil adalah menantang diri sendiri untuk produktif setiap harinya selama satu bulan kedepan (selama bulan Agustus 2018) dengan cara menulis.

Yups, menulis. Tahap ini sebenarnya merupakan salah satu fase pembiasaan yang coba saya tanamkan dalam keseharian. Tujuannya sederhana seperti yang sudah disampaikan, agar tetap produktif, otak terasah, memacu diri untuk berkarya dan lebih banyak membaca agar memperkaya wawasan dan berdampak pada hasil tulisan nantinya. Sederhana tapi banyak yaa, itung-itung sekali dayung dua tiga pulau terlampaui-lah hehehe..

"Mencoba hal baru yang positif itu mudah dan menyenangkan, butuh banyak latihan, butuh perjuangan juga do'a untuk menjaga keistiqomahan." - Teteh Ratna

"Istiqomah itu lebih baik dari pada seribu karomah." - Imam Ghazali

Good Luck for us... ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar