Kamis, 02 Agustus 2018

Day 2 #Challenge : Book Lovers

Selamat malaaammm...

Haii temans, malam ini saya pengen berbagi beberapa tips untuk merawat buku-buku kita yang ada di rumah. Tips ini bukan asli hasil pemikiran sendiri pastinya hehe

Berawal dari packing untuk keperluan mudik besok, akhirnya saya pilah-pilih buku bacaan yang mau dibawa buat nemenin pas perjalanan mudik dan pas balik Jakarta lagi nantinya -yang kadang dibacanya cuman sedikit hihihi..

Daaann, saat pilah-pilih ini lah saya ngeliat buku lama yang warna halamannya udah pada menguning, huhuhuhuuu kasian banget kan mereka T.T

Jadilah saya berselancar di laman Google cari-cari tips buat ngerawat buku. Sebenernya udah lama pengen nyari gimana caranya ngerawat buku macam di perpus-perpus gitu biar bukunya terawat, jauh dari jamur-jamur nakal dan rayap yang bak pirates (lebay ya? Maaf 😂).

Dan setelah baca beberapa artikel, ada beberapa hal yang diluar dugaan banget seperti posisi rak yang harus diberi jarak dari dinding sampe harus cuci tangan sebelum membaca buku. Aiiihhh, bukan cuma mau makan ya yang harus cuci tangan, tapi baca buku juga.. wah!

APA MUSUH TERBESAR BUKU?
  • tikus dan serangga: rayap, kecoa & kutu debu
  • sinar matahari & cahaya lampu yang terlalu panas
  • kegelapan
  • kelembaban
  • perubahan temperatur yang ekstrem
  • noda makanan & minuman
  • air, keringat & lemak pada tangan


AKIBATNYA?
  • jamur
  • warna kertas menjadi kekuning-kuningan
  • tulisan pada buku menjadi pudar
  • kering, keropos & mudah sobek
  • bau tidak sedap/apek

Nah, maka dari itu kita harus benar-benar menjaga dan merawat buku-buku kita. So, langsung aja yaa, ini beberapa tips yang saya kutip dari beberapa artikel dan saya gabung jadi satu, yang pasti ini bermanfaat buat koleksi buku-buku pribadi yang tersayang 😍

1. Beli/dapatkan rak buku
Kunci pertama untuk merawat buku adalah anda harus punya tempat. Kalau tidak, buku akan rusak dengan cepat. Karena tidak ada tempat yang pasti, buku akan tercecer. Dan kalau tercecer, buku anda bisa kena cipratan kopi, dirusak anak, dan hal buruk lain yang bisa terjadi.

Dan tempat paling bagus adalah dengan memakai rak atau lemari buku.


Desainnya tidak perlu unik, cukup seperti lemari biasa. Dan belilah rak buku yang kuat dan kokoh. Harganya berkisar ratusan ribu rupiah. Anda bisa langsung beli yang agak besar, karena seiring waktu buku yang terkumpul semakin banyak.

2. Berikan sampul
Tips kedua ini terlihat remeh, tapi sangat penting. Membungkus buku dalam kemasan plastik atau menyampul buku dengan sampul plastik. Belilah sampul plastik buku yang bening, lalu tutupi buku dengannya.

Saya relatif sering menyampuli buku, karena bagi saya itu bisa menghindarkannya dari debu dan noda atau kotoran juga terlihat lebih rapih. Meski sedikit merepotkan karena harus menyampulnya secara manual -bukan menggunakan sampul plastik yang sudah jadi- tapi itu cukup memberi kepuasan bagi saya pribadi 😊

Buku ini sudah saya sampul dengan plastik bening

Hal yang perlu diperhatikan dalam menyampul buku:
  • gunakan plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku
  • gunakan plastik bening agar cover bukunya terlihat
  • jangan terlalu ketat menyampul, karena  bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka
  • sampul plastik mempunyai masa expired nya, oleh karena itu ganti sampul plastik dengan yang baru, begitu sampul rusak.

3. Gunakan pembatas buku

Gunakan pembatas buku jika ingin menandai buku dan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen atau paper clip bisa merusak jilidan buku. Tinta pada kertas koran dapat menempel pada halaman-halaman buku, oleh karena itu jangan selipkan potongan artikel pada halaman-halaman buku Anda!

4. Susun buku dengan cara berdiri
Hal ini untuk menghindari kerusakan jilid buku dan cover-nya apabila ditumpuk.
Posisi buku sebaiknya berdiri tegak lurus dan berjajar ke samping. Posisi ini memungkinkan udara masuk ke sela-sela buku lewat celah lembaran.


5. Susun buku sesuai kategori
Buku sebaiknya disusun sesuai subjek/klasifikasi/ukuran dan disimpan dalam lemari atau rak buku tertutup. Biasakan untuk mengembalikan buku di tempat semula setelah membaca.
Hal ini berguna agar anda mudah mencari buku. Jadi, jika buku Anda masih berantakan pengaturannya, mari kita atur ulang.

Sebagai contoh, beberapa perpustakaan hanya memajang buku-buku populer atau modern. Buku yang tergolong langka diletakkan dalam lemari-lemari khusus. Berilah sedikit ruang untuk mempermudah pengambilan dan pengaturan buku. Kalau disimpan dalam rak terbuka, selain mudah hilang juga riskan terhadap gangguan binatang perusak buku maupun percikan makanan atau minuman, juga debu yang beterbangan.


Contoh langkah mengkategorikan :
Pisahkan buku menurut kategori, misalnya novel, komik, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi.
Buat sub kategori (sb) pada setiap kategori. Misalnya komik sb-nya adalah Naruto, One Piece, dan Doraemon. Susunlah menurut sb tersebut.
Kalau novel dan kumpulan cerpen bisa dipisahkan menurut genre, misalnya misteri, histori-fiksi, dsb. atau pengarangnya - tergatung selara dan kapasitas buku. Tapi kalau saya lebih suka untuk mengkategorikan menurut genre
Jika ada buku berseri, susun dengan urut. Misalnya saya punya buku Tetralogi Buru. Saya akan susun dari kiri ke kanan : Buku 1, Buku 2, Buku 3, dan Buku 4.

6. Bersihkan dan cek ulang buku secara teratur
Sebaiknya bersihkan dulu tempat penyimpanan, dan bukunya sebelum disimpan dalam lemari atau rak buku. Bersihkan buku dan rak buku dari debu dengan mengguanakan kain bersih dan kering. Jangan gunakan kemoceng, karena sapuan kemoceng akan menerbangkan debu dan akan menempel pada buku lainnya.


Lakukan rotasi posisi buku setiap dua pekan sekali atau satu bulan sekali jika jadwal Anda terlalu padat. Jika memungkinkan keluarkanlah buku-buku dari lemari dan letakan selama sehari di luar lemari untuk diangin-anginkan. Bisa di atas meja atau di ruang terbuka yang sejuk.
Cek juga rak dan buku, apakah ada serangga, lubang, atau kerusakan lain.

7. Jangan menekuk, melipat, atau mencorat-coret halaman buku
Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan penekukan buku (untuk menandai halaman). Tapi penting juga untuk menjaga kualitas buku.

Tapi janganlah melipat buku (melipat jadi dua). Karena tidak akan enak dilihat jika mau dibaca kembali.

Apalagi mencorat-coret atau menggarisi. Hal tersebut akan sangat menganggu jika ada orang lain yang membaca. Jika memang diperlukan, catatlah di buku khusus catatan.

8. Taruh kamper pada rak buku untuk menghindari serangga
Salah satu hal paling merepotkan adalah jika buku anda termakan oleh serangga.

Bahan baku kertas berasal dari kayu, bisa mengundang rayap menggerogoti buku-buku kita. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap.

Oleh karena itu, ada beberapa tips untuk menghindarinya :
Taburlah kamper di sela-sela buku atau di pojok-pojok lemari. Fungsi kamper untuk mengusir ngengat dan mengurangi bau tak sedap. Bagi yang takut dengan bahan kimia yang terkandung dalam kamper, alternatif lainnya bisa digunakan rempah-rempah seperti cengkih dan butiran lada hitam. Biasanya rempah-rempah ini dibungkus dalam sebuah kain kecil, diikat dengan pita, dan diletakkan pada sela-sela lemari. Hal ini dilakukan karena risiko bagi pembaca yang mempunyai anak kecil di rumah (misalnya: takut tertelan). Secara periodik kamper/rempah-rempah ini harus diganti, umumnya tiga bulan sekali. Agar kita dapat mengetahui kondisi buku. Apabila ada serangga, harus segera dibasmi.

9. Beri cahaya yang cukup untuk membatasi ngengat
Taruhlah rak atau buku di dalam tempat yang memiliki cahaya yang cukup untuk membatasi ngengat.
Anda bisa membuka jendela kamar untuk membiarkan sinar matahari masuk. Tapi ya jangan terlalu ekstrim, misalnya tetap menyalakan lampu pada saat tidur. Hehehe.


Tapi jangan juga biarkan buku terkena sinar matahari langsung supaya buku tidak kuning dan bergelombang. Oleh karena itu cermatlah dalam mengatur pencahayaan di dalam kamar.
tidak gelap, cukup terang. Serangga sangat suka membuat sarang di tempat yang gelap dan tempat yang gelap juga merupakan tempat yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak

10. Jauhkan rak dari dinding
Setidaknya hindari kontak langsung dengan dinding. Supaya serangga tidak merambat dan memiliki sirkulasi udara yang memadai.

Usahakan pula letak buku tidak berdekatan dengan lantai. Artinya tempat buku jangan di bagian paling bawah lemari! Pilihlah tempat yang memungkinkan buku enak dilihat dan mudah dijangkau. Pilihan bisa di bagian tengah atau atas.


Jangan menumpuk buku! Apalagi dengan beban berat di atasnya. Jika posisi buku bertumpuk dikhawatirkan udara tidak bisa masuk dan mempercepat kelembaban. Hal tersebut akan membuat lembaran-lembaran buku saling menempel, huruf-hurufnya cepat pudar dan jilidnya jadi gampang lepas. Kalau bisa beri butir penyerap air (silica gel) dan kapur barus dalam rak atau lemari buku.
Jangan menjejal-jejalkan buku! Jangan juga membiasakan membawa buku dengan memasukkan ke dalam tas yang penuh dengan berbagai macam barang. Apalagi mencampurnya dengan makanan. Lebih baik jangan memaksakan buku itu masuk dalam tas yang ukurannya lebih kecil dari buku.
Jangan menyimpan buku bercampur dengan barang-barang lain! Sediakanlah lemari/rak khusus untuk buku Anda!

11. Beri celah udara pada rak
Karena kelembaban adalah hal yang berbahaya bagi buku, maka solusinya adalah memberikan celah/ventilasi udara, ruangan dengan temperatur yang stabil, sejuk, kering/tidak lembab (tingkat kelembaban udara sekitar 35%-60%), sekitar 16-24 derajat celsius.

Tapi ya, tidak punya AC bukan masalah yang terlalu besar.

Hindari gudang yang letaknya di bawah permukaan tanah maupun terlalu dekat dengan atap/langit-langit rumah. Letakkan rak pada posisi yang mudah dijangkau dan dibersihkan secara berkala. Pastikan ada jarak dengan ventilasi ruangan (jendela atau pintu) dan benda-benda elektronik yang bisa mengeluarkan panas (misalnya: kulkas, oven, radio, TV)

Jangan lupa untuk memberikan memberikan serap air untuk mencegah kelembaban, terutama dalam ruangan yang tertutup.

12. Hindari memfoto kopi buku


Hal ini termasuk yang paling saya hindari. Karena memfoto kopi dapat merusak jilid buku dengan mudah.

13. Bersihkan tangan sebelum membaca buku
Ini tips yang simpel tapi banyak orang tidak mau melakukannya. Padahal lemak dari makanan, atau zat-zat lain dapat membuat buku kuning dan merubah warnanya.


Pastikan tangan Anda selalu bersih. Jangan pernah menyentuh buku dengan noda yang masih tersisa di tangan Anda. Pastikan juga tidak ada cairan di dekatnya, seperti sisa kopi atau zat cair lainnya. Jadi selalu bersihkan tangan sebelum membaca buku yaa 😉

Selain itu, ketika ingin mengambil buku, pastikan untuk mengambil buku dengan memegang bagian tengahnya. Jangan menarik buku dari bagian atasnya. Jika dilakukan terus menerus, secara perlahan itu akan merusak buku.

14. Jangan jadikan buku sebagai pengganjal atau alas
Satu lagi tips simpel yang banyak orang malas melakukannya. Seringkali orang-orang menjadikan buku sebagai alas atau mengganjal sesuatu, jadi alas laptop misalanya?


15. Catatlah buku jika dipinjam - buat perjanjian
Jangan meminjamkan buku anda dengan begitu mudah.
Maksud saya bukan pelit. Tapi untuk menjaga buku, sebisa mungkin buat perjanjian saat orang meminjam buku.

Misalnya :
1. Dia tidak boleh merusak buku
2. Jika hilang harus ganti dengan buku baru
3. Dan sebagainya.

Tentu saja bilang dengan tutur kata yang sopan. Bilang kalau anda tidak pelit, tapi hanya untuk kenyamanan bersama.

Dan dalam beberapa kasus, ada buku yang dipinjam dan pemilik lupa dipinjam siapa, yang meminjam pun tak ingat untuk mengembalikan. Bukan maksud su'udzhon yaa..

16. Hindari menyimpan buku di dalam kotak kardus atau rak kayu
Hindari menyimpan buku-buku terlalu lama di dalam kotak kardus. Banyak kotak kardus mengandung asam (acid). Asam dari kotak kardus itu bisa pindah ke buku. Akibatnya, buku kita bisa berubah warna jadi kekuning-kuningan. Alternatif yang bijaksana adalah menggunakan suatu wadah plastik yang kedap udara.

TIPS:
  • gunakan wadah plastik yang transparan, agar Anda bisa melihat isinya
  • gunakan wadah plastik dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan usahakan agar ukurannya sama, agar memudahkan Anda dalam menyusunnya
  • beri label (tanggal dan klasifikasi)
  • gunakan wadah plastik yang bisa dikunci dan kedap udara
  • beri silica gel (gantilah silica gel secara berkala)

Sekarang banyak yang memanfaatkan kardus untuk menjadi tempat penyimpanan salah satunya untuk menyimpan buku dengan cara melapisi sisi-sisi kardus dengan kertas kado dan sejenisnya. Mungkin ini bisa menyiasati kandungan asam yang terdapat di kardus. Jadi, kalau mau coba silahkan 😊


17. Jangan mencampur buku yang sudah terkena rayap/jamur dengan buku yang 'sehat'
Hal ini karena buku yang sudah terinfeksi bisa menular ke buku lain.
Karena itu selalu periksa buku anda setiap 1 atau 2 bulan. Dan segera pisahkan buku yang telah terkena rayap atau jamur di tempat khusus.


Gak cuma penyakit yang bisa menular dikalangan manusia ataupun binatang, jamur pun demikian pada buku, ckckck
18. Jangan memberi pestisida pada buku
Jangan pernah melakukannya!
Serangga mungkin akan pergi jauh-jauh. Tapi buku dan mata anda akan rusak.

19. Perlakukan buku tua (langka) dengan khusus
Buku langka yang tua (berpuluh-puluh sampai ratusan tahun) memiliki cacat yang sering ditemukan.
Yaitu halaman yang sering menempel satu dengan yang lain.

Solusinya adalah dengan merendam kertas yang lengket di air selama setengah jam dan angin-anginkan sampai kering.



Naaah, itu dia beberapa tips yang sudah saya mix and match dari beberapa artikel.. Semoga bermanfaat yaa buat temans 😄
Salam sayang buat buku-buku kalian..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar