Balada Balado

Menulis dapat menjadi obat bagi hati.
Dengan curahan yang kita untaikan dalam bait kata.
Seolah beban dapat terangkat walau hanya sepersekian gram.

Meski terkadang kita sendiri pun bingung akan apa sebenarnya yang ada didalam hati kita.
Benci kah?
Rindu?
Cinta?
Sekedar suka?
Kesal?
Sedih?
Hampa?
Bahagia?

Dan karna hati seringnya berubah-ubah, satu jawaban tak akan bersifat mutlak untuk seterusnya. Ia senantiasa dinamis mengikuti keadaan dan kejadian-kejadian.

Seiring berjalannya waktu tak cukup untuk memahami sepenuhnya.
Yang ada hanya terus belajar dan belajar, dan tak kenal lelah terus belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar