Selasa, 14 Agustus 2018

Day 12 #Challenge : Selalu Rumit

Berbicara tentang hati memang tak pernah mudah. Pun menjalaninya.

Kadang kita sendiri yang merupakan satu kesatuan dengannya tak pernah benar-benar paham akan apa yang dirasakannya.

Ada kalanya bibir tersenyum namun hati meringis. Kadang hati gembira tapi mata berlinang air mata. Apa yang dirasa tidak selalu berbanding lurus dengan apa yang di tampakan.

Hati memiliki seribu wajah yang dapat berubah-ubah tanpa perintah. Terkadang ingin rasanya tidak merasakan apa-apa. Tapi dengan merasakan bukankah itu berarti bahwa kita hidup? Jika tak merasa apapun bukankah hati kita telah mati?

Bagaimana manusia tergantung pada segumpal daging yang disebut hati. Jika baik hatinya maka baik pulalah dirinya, pun sebaliknya.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar