Sabtu, 01 September 2018

Serba Bisa

Pagi ini saya keluar rumah dengan meninggalkan cucian yang sedang di cuci di mesin cuci.

Adalah hal biasa saat saya keluar dengan meninggalkan mesin cuci yang menyala. Jadi nanti saat saya sudah kembali ke rumah, saya tinggal menjemur pakaian yang sudah di cuci. Praktis dan hemat waktu menurut saya.

Namun tidak seperti biasanya, mesin kesayangan (yang mengurangi beban pekerjaan saya dirumah) ini ngadat.

Awalnya saya tidak tahu bahwa mesinnya ngadat. Yang saya tahu saat sampai rumah, mesin dalam keadaan mati dan selang-selang sudah di tempatkan ke posisi masing-masing oleh mama, artinya pekerjaan mencuci sudah selesai tinggal menjemur.

Tapi saat saya mengambil pakaian untuk ditempatkan di keranjang, ternyata masih banyak air di pakaiannya yang menetes dan menandakan proses mencuci belum selesai.

Saat saya menanyakan hal tersebut Mama hanya bilang bahwa tadi mesin cuci nya sudah bunyi, jadi Mama mematikan aliran air dan mengangkat selang-selang.

Memang tidak salah, karena jika proses mencuci telah selesai biasanya akan ada bunyi dari mesin, suara tut tut tut berbunyi 3x disertai matinya mesin otomatis.

Nah, mungkin pada kasus ini Mama kurang ngeh bahwa bunyinya bukan hanya 3x, melainkan pasti berkali-kali dan mesin tidak mati secara otomatis. Tapi karena Mama kurang paham dan tidak terlalu memperhatikan jadi beliau hanya melakukan prosedur biasanya.

Singkat cerita saya melakukan proses pengurasan air dan pengeringan pakaian yang nantinya setelah selesai jadi setengah kering. Air memang keluar tapi mesin dalamnya tidak berputar. Saat saya coba putar secara manual -karna biasanya bisa- ternyata tidak bisa. Akhirnya saya melihat sekeliling dalam mesin cuci, dibantu penerangan dari senter HP saya mengintip kanan kiri depan belakang bagian tengah antara rangka dan 'bak' mesin cuci. Dugaan saya ada yang tersangkut dibawah sana.

Benar saja, terlihat ada dua lembar pakaian yang tergeletak didalam sana. Saya coba raih dengan tangan dan pasti tidak bisa karna celahnya sempit dan tangan selangsing apapun tidak akan muat. Akhirnya saya mencari-cari obeng, pasti kakak ipar saya punya, karna saya jelas tidak punya hehe

Saya dapat obeng gepeng kecil, satu baut sudah terbuka. Tapi saat mencoba membuka baut satunya tidak bisa, terlalu kecil obengnya dan posisinya sedikit sulit. Saya cari-cari lagi siapa tahu ada obeng yang lebih besar, Alhamdulillah dapat. Dan kali ini obeng besar dengan bentuk 'kembang'.

Setelah selesai saya buka bagian atasnya dan berhasil mengambil 2 lembar pakaian yang tadi terlihat menyangkut dibantu dengan capitan yang biasa dipakai untuk memasak haha, dua-duanya adalah pakaian Uno yang kecil dan imut. Saya tutup kembali bagian mesin cuci yang saya buka dan pasangkan kembali baut-bautnya seperti semula.

Eehhhhh, mesin masih tetap tidak mau berputar. Akhirnya saya bongkar kembali dan ternyata masih ada satu lembar pakaian yang masih ada di dalam, tergeletak pula. Mereka menghalangi laju perputaran bak mesin, hufffttt.

Percobaan terakhir dengan baut yang belum dipasangkan ulang, dan akhirnya memutuskan untuk mengulang seluruh proses mencuci dari awal, tapi hanya dengan 1x pengisian air.

Dan, Alhamdulillah, mesin cucinya menari-nari indah berputar-putar didalam rangkanya (hahaha maafkan lebayπŸ˜‚).

Memang hasil tidak pernah mengkhianati proses 😊
Tinggal memasangkan kembali baut-baut sesuai tempatnya. And done!πŸ˜„

Intinya, jadi perempuan itu sungguh luar biasa, karna kita memang harus serba bisa, apalagi saat tidak ada laki-laki dirumah πŸ˜„. Bersyukur di berikan akal dan anggota tubuh lainnya yang berfungsi dengan baik sama AllahπŸ˜‡

Bukankah kita patut untuk bersyukur?πŸ˜‰

NB : psst, hari ini resmi challenge-nya sudah tidak berlaku karna sudah ganti bulan hihihi
Dan resmi pula tidak bisa memenuhi Chellenge yang harusnya minimal sehari menulis satu tulisan.
Walau demikian, semoga kita tetap terus bisa produktif yaa kak Rara & kak Ninis.. dan bisa menebar kebaikan sebanyak-banyaknya, Aamiin πŸ™†πŸ™
See ya πŸ™‹

Tidak ada komentar:

Posting Komentar