Sabtu, 25 Agustus 2018

Day 17 : Melihat

Hai hai..

Udah mulai jarang nulis nih sekarang, aiihh kambuh hihihi🙈

Kalian yang baca tulisan ini sudah dipastikan dapat melihat kan temans..
Kalo gak, mana bisa baca tulisan aku di blog ini kan?

Nah, (dapat melihat) ini merupakan sebuah nikmat dari Allah yang sering terlupakan. Padahal, kalau kita ditakdirkan lahir dalam keadaan tidak bisa melihat sama Allah pasti untuk sekedar baca berbagai postingan di media sosial pasti mustahil. Kalau baca buku kan ada buku yang sudah di cetak dengan tulisan braille jadi saudara-saudara kita penyandang tunanetra tetap bisa membaca.

Nah, pernah gak sih kalian lihat guiding blocks atau pemandu bagi penyandang tunanetra? Pasti pernah lah yaa, pernah.. Itu looh, jalanan yang berwarna kuning dan ada motif atau bagian-bagian yang timbulnya di trotoar. Nah, itu namanya guiding blocks yang berfungsi untuk membantu penyandang disabilitas khususnya tunanetra untuk berjalan. Semacam panduan bagi mereka untuk berjalan.

Spesifiknya aku juga kurang faham yaa, karna ada beberapa blok yang motifnya berbeda. Pasti memiliki arti yang berbeda pula, aku hanya bisa menebak-nebaknya saja.

Nah, pernah ga kalian coba jalan di jalur itu sambil tutup mata? Kalau aku, pernah. Dan itu terkadang aku lakuin kalau lagi lewat, entah hanya iseng atau menerka-nerka bagaimana mereka berjalan dengan panduan tersebut.

Dan kemarin, tanggal 24 Agustus sekitar jam 7.30an malam, antara iseng dan ingin tahu, aku mencoba beberapa eksperimen, yakni berjalan di jalur guiding blocks sambil menutup mata selama beberapa detik di rute trotoar yang lurus.

Berikut hasilnya:
10 detik 18 langkah berjalan santai
10 detik 20 langkah berjalan cukup cepat
10 detik 15 langkah berjalan pelan.

Kesemuanya aku tidak percaya diri. Menganggap karna jalan lurus seharusnya memudahkan untuk berjalan lurus pula sesuai jalur, tapi rupanya jalan saya sempoyongan, hampir seperti orang mabuk darat mungkin jika ada yang melihat. Dan kesemuanya pasti keluar jalur dan mata terkadang memicing untuk mengintip jalurnya.

Gimana halnya jika kita benar-benar tidak bisa melihat? Sekedar memicingkan mata untuk mengintip sepersekian detik saja tidak bisa.

Maka dari itu, sepatutnya kita harus bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sering kita abaikan dan lupakan. Kita harus pandai sekali untuk mensyukuri setiap hal, kecil maupun besar di hidup kita.

Selalu ingatkan diri sendiri untuk bersyukur setiap harinya dan jadikan hari-hari kita penuh dengan hal-hal yang baik untuk dikerjakan dan waktu kita dipenuhi oleh hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Tetap semangat untuk terus jadi baik, untuk terus belajar jadi baik.

So, Kiki, sudahkah kamu bersyukur hari ini?
Kalau kamu, temans?

Selasa, 21 Agustus 2018

Day 16 : Unnecessary Things, Tiring Things

Pernah gak sih kalian di ceng-cengin oleh teman? Atau di jodoh-jodohkan dengan seseorang?

Pasti hampir dari kita semua pernah mengalaminya. Saat kita masih remaja, rasanya masih fine-fine saja. It's easy, we were still young. Feelings can change anytime.

Tapi saat sudah dewasa, atau sudah memasuki usia yang pantas untuk menikah, itu menjadi hal yang tidak fine-fine saja. Karna banyak hal yang berkaitan dengan hati dapat menjadi sangat sensitif. Dan aku tidak suka. Benar-benar gak suka di ceng-cengin, gak suka di jodoh-jodohin..

Aku bukannya langsung menolak orang yang di jodoh-jodohkan atau jadi lawan ceng-cengan.. Tapi aku hanya ingin menjaga diri, tidak terbawa kedalam omongan-omongan orang yang pada akhirnya belum tentu akan terjadi.

Sesuatu yang dipaksakan bukankah tidak baik?

Bukan masalah pesimis atau optimis. Hanya, kalaupun memang iya, inginnya berjalan mengalir apa adanya.

Entah karna trauma masa lalu atau apa, yang jelas memang aku tidak suka. Itu hanya membawa harapan-harapan kosong. Taulah, hatinya wanita, mudah terbawa, mudah baper dan geeran. Maka menjaganya menjadi perkara yang sulit.

Maka dari itu, aku hanya ingin menghindari hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dirasakan oleh hati.

Iya, kalau orang tersebut memang benar suka pada kita, kalau sebaliknya? Ke-geeran doang yang ada. Aiiihh, itu hal yang melelahkan.

Kalau memang dia serius sama kita, dia pasti akan menunjukkan keseriusannya, dan cukuplah itu yang menjadi bahan pertimbangan bagi kita para perempuan. Tidak usah menghiraukan ejekan-ejekan orang yang menjodoh-jodohkan.

Fokus pada yang datang langsung dengan niat yang baik lagi mantap. Yang terbukti singkron antara ucapan dan tindakan.

Tidak perlu menggubris omongan teman yang menjodoh-jodohkan. Itu benar-benar melelahkan.

Aku tidak berani bilang tidak suka bukan karena aku sebenarnya suka, tapi hanya bersikap antisipatif kalau-kalau nantinya Allah memang mentakdirkan demikian. Tidak ingin mendahului atas apa yang sudah Allah takdirkan.

Jika memang saat dijalani dirasa tidak cocok maka akan dilepas. Jika memang cocok maka akan berlanjut.

Memang tidak ada salahnya menjodoh-jodohkan atau sekedar ceng-cengan, hanya saja jika itu sudah terlalu sering itu akan sangat menyebalkan bagi orang yang menjadi objek tersebut.

Haaaaaahhh, intinya, aku lebih suka hubungan yang berjalan apa adanya, mengalir dengan sendirinya, tidak dibuat-buat dan dipaksa-paksa. Kemudian jika memang ingin serius maka seriuslah. Utarakan, bicarakan dan lakukan. Itu lebih baik.

Ini versiku, mungkin versi orang lain akan berbeda dan beragam.

Senin, 20 Agustus 2018

Day 15 #Challenge : Stuck!!

Hai temaannnss,

Akhir-akhir ini aku lagi kehabisan ide buat nulis. hmmmfff

Entah mau nulis apa, sedangkan tanggal terus berganti dan gak terasa udah tanggal 20. Tulisan yang sudah di publish baru 14 yang seharusnya 20 juga hehehe

Beberapa hari lalu udah punya beberapa ide yang bakal jadi bahan tulisan, tapi karena tidak sempat, atau karena gak mood akhirnya gak jadi apa-apa.

Memang idealnya, saat punya ide tulisan atau ide itu muncul langsung bikin catatan walau bener-bener mentahannya aja. Jadi saat sudah sempat atau punya waktu luang yang cukup banyak untuk nulis ide-ide yang muncul bisa langsung direalisasikan. Berbekal dari catatan yang kita buat entah di buku notes atau di aplikasi notes yang ada di smartphone kita.

So, semangat untuk kedepannya, Ki!
Lebih disiplin lagi biar ga keseringan stuck kayak sekarang.

Semangat juga kak Rara dan kak Ninis, partners Challenge ini.. 😘😘

Minggu, 19 Agustus 2018

Day 14 #Challenge : Tujuh Belasan

Dulu, ketika momen 17-an yang merupakan hari jadinya negeri kita, aku sering ikut berbagai perlombaan yang di adakan di kampung halamaku. Bersama dengan saudara dan teman-teman, kita kompak mendaftar dalam berbagai macam lomba yang bisa kita ikuti.

Malah pernah, untuk memperingati ulang tahun saudara sepupu yang jatuh pada tanggal yang sama, aku dan saudara-saudara mengadakan lomba kecil-kecilan hanya untuk kita-kita saja. Modalnya dari orang tua sepupuku tentunya hehe

Itu berlangsung tiap tahun selama masa-masa SD. Beranjak ke tingkat selanjutnya, SMP, partisipasi untuk mengikuti kegiatan tahunan itu makin berkurang, apalagi saat SMK, sudah tidak sama sekali.

Paling hanya mengikuti upacara yang di adakan sekolah saja. Tapi pernah saat SMP aku terpilih menjadi dirijen pemandu paduan suara untuk upacara 17 Agustus di kelurahan. Nerveous sekali, asli. Untung suaraku ga harus lantang selama paduan suara berlangsung, hanya berhitung 1.. 2.. 3.. dan semua mulai bernyanyi.

Menginjak masa kuliah dan bekerja, walau ditempat tinggal mengadakan lomba se-RW, biasanya aku hanya menonton saja, atau melihat upacara pengibaran dan penurunan yang dihadiri presiden melalui televisi.

Aiiihh, kalau dikenang-kenang mah, masa-masa kecil memang masa-masa menyenangkan. Masa-masa yang kini dirindukan..

Dirgahayu Indonesiaku.. ❤🇮🇩

Rabu, 15 Agustus 2018

Day 13 #Challenge : Kesukaan

Helloowww temans..

Dua hari nih ga nulis, PRnya jadi numpuk deh hehehe..

Oiya temans, kalian waktu kecil paling suka sama apa? Kan biasanya anak-anak punya karkater favorit merika nih dari film-film kartun yang di tonton, misal, Hello Kitty, Doraemon, Konan, Pikachu? Kalau anak jaman now kan sukanya nambah, selain tokoh animasi diatas adalagi yang lain seperti Elsa Frozen, Baymax, dan lain-lain.


Kemudian, karena menyukai salah satu tokoh animasi kitapun membeli barang yang berhubungan dengan tokoh tersebut. Misal, ada yang suka Doraemon, dari tas sampe tempat pensil semuanya ada gambar Doraemon-nya. Penggaris, penghapus, baju tidur, kaos main, boneka, dompet, sandal, seeeeemuanya Doraemon. Kotak makan siang pun bentuknya kepala Doraemon, dan bentuk nasinya pun dibentuk seperti Doraemon. Ibaratnya, dari buka mata sampe buka mata lagi yang di lihat ya Doraemon hehe

Kalau saya pribadi sebenarnya menyukai semua film kartun pada umumnya. Tidak ada yang di spesialkan, tidak ada yang di istimewakan. Mungkin bagi saya, hal seperti yang saya jadikan sebagai contoh berkesan lucu, lucu kepada si penyukanya, karena semua benda yang dia punya entah bentuk atau gambar pasti terkait dari karakter kartun yang dia suka. Tapi bagi sang penyuka, aiiihh bahasanya hehe, itu merupakan hal yang membuat dia senang, kegembiraan tersendiri bisa mengoleksi berbagai benda yang ada karakter yang dia sukai.

Pernah satu waktu saat saya kelas 1 SMK, saya mencoba untuk menyukai satu karakter. Mungkin agar sama dengan teman lainnya, punya karakter kartun kesukaan? Atau mungkin sekedar ingin menarik perhatian orang-orang terdekat. Namun itu malah jadi bahan candaan bagi orang sekitar dan membuat saya sebal. Pada akhirnya saya kembali netral terhadap karakter animasi tersebut.

It's won't work at me!

Soo, kembali kepada diri saya semula yang netral terhadap sesuatu. Menyukai karakter A tapi tidak sampai jadi addicted terhadapnya. Mungkin bagi orang dengan kesukaan terhadap karakter tertentu hal ini bisa menjadi candu, candu ingin memiliki dan mengoleksi berbagai hal yang berhubungan dengan karatker tersebut. Tapi saya, merupakan segelintir orang yang tidak bisa men-spesial-kan karakter tertentu haha

Ini kebahagiaan sederhana bagi saya. Dan merupakan kebahagiaan sederhana lainnya bagi sebagian orang, para penggemar karakter animasi.

Yang penting mah bahagia ya, guys. Bahagia yang benar dengan cara yang benar hehe.

Oke itu aja, penting ga sih nulis ini? Penting ga penting, tergantung penilaian kalian.. Kita bebas berpendapat tapi jangan sampai saling menghujat yaa temans..

Selamat malam 😊

Selasa, 14 Agustus 2018

Day 12 #Challenge : Selalu Rumit

Berbicara tentang hati memang tak pernah mudah. Pun menjalaninya.

Kadang kita sendiri yang merupakan satu kesatuan dengannya tak pernah benar-benar paham akan apa yang dirasakannya.

Ada kalanya bibir tersenyum namun hati meringis. Kadang hati gembira tapi mata berlinang air mata. Apa yang dirasa tidak selalu berbanding lurus dengan apa yang di tampakan.

Hati memiliki seribu wajah yang dapat berubah-ubah tanpa perintah. Terkadang ingin rasanya tidak merasakan apa-apa. Tapi dengan merasakan bukankah itu berarti bahwa kita hidup? Jika tak merasa apapun bukankah hati kita telah mati?

Bagaimana manusia tergantung pada segumpal daging yang disebut hati. Jika baik hatinya maka baik pulalah dirinya, pun sebaliknya.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Minggu, 12 Agustus 2018

Day 11 #Challenge : Out of Stock - Glucose

Hari ini seperti biasa aktifitas diluar rumah hampir seharian. Mulai dari belanja sampai bertemu dengan calon pengantin plus para bridesmaids dan groomsman-nya.

Dari pagi sampai siang saya belum makan, hanya mengganjal roti ditengah perjalanan bertemu dengan mereka sekitar pukul 3 sore.

Sampai tempat yang dijanjikan perut sudah terisi dan bisa mengganjal, rasa lapar pun sudah hilang namun tidak bertahan lama.

Menjelang waktu Maghrib akhirnya saya merasa lapar kembali, masih bisa ditahan.

Saat Maghrib saya sudah benar-benar lapar dan rasanya kalau tidak makan saat itu maka rasa lapar saya akan hilang. Dan benar saja, setelah Maghrib rasa lapar benar-benar memuncak dan menguras seluruh energi sisa yang saya miliki.

Beberapa menit kemudian saya sudah tidak kuat berdiri lama-lama karena sekujur badan lemas. Disitu saya sudah tidak mau banyak beraktifitas. Sekedar ngomong saja tidak selera 😅

Bukan karena lapar, sungguh bukan. Kalau kita lapar dan terlewat pasti rasa lapar hilang dan selera makan sudah tidak ada, itu saja. Rasa lapar yang hilang jika masih tersisa glukosa didalam tubuh masih bisa menunjang aktifitas. Namun saat glukosa kita sudah berada di titik paling rendah maka tidak ada tenaga yang tersisa. Hanya ada rasa lemas dan mengantuk.

Hal ini sangat menyebalkan bahkan bagi saya pribadi, apalagi bagi teman-teman yang sedang bersama saya. Pasti mereka bingung, karena seorang Kiki yang biasanya pecicilan ga bisa diam ini akhirnya bisa diam juga. Malah terlalu diam 🙈😂

Di titik ini, mereka semua telah mengetahui seluruh kelemahan saya. Saya yang tidak bisa diam ini, akan berubah 180 derajat dari biasanya saat kehabisan energi.

Pernah satu hari ketika saya sedang pergi ke SeaWorld di Ancol bersama teman-teman sekolah, dari pagi sampai menjelang sore hari saya beraktifitas seperti biasa, aktif dan energik. Namun saat sore hari, ketika kita hendak pulang, saya sudah kehabisan tenaga dan hanya bisa diam. Sudah terlalu lelah untuk sekedar berbicara, dan menyimpan sisanya untuk berjalan menuju halte Transjakarta.

Setelah badan di beri asupan dan berisitirahat maka energi saya perlahan kembali dan saya telah kembali kepada diri saya seperti semula (haha 😂).

Terimakasih kepada teman-teman yang peduli terhadap saya, yang mau sabar ngadepin ngadatnya Kiki 😂 Memang sahabat adalah orang yang peduli bagaimanapun kondisi kita, bukan hanya orang yang penasaran ataupun kepo saja terhadap kita. Mereka merupakan keluarga tanpa ikatan darah. Sayang kalian 🙆🙆

Sabtu, 11 Agustus 2018

Day 10 #Challenge : Kemenangan

HoooHari ini, Sabtu tanggal 11 Agustus 2018 merupakan hari bersejarah lain bagi dunia sepakbola di Indonesia. Mengapa demikian?

Karena kesebelasan Indonesia yang kita sebut dengan nama PSSI telah mengukir kemenangan dalam pertandingan Piala AFF U-16 melawan kesebelasan Thailand dengan skor 4-3 (1-1) melalui adu penalti.

Pertandingan final ini diselenggarakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan menjadi pertandingan yang sengit karna sampai waktu habis sekor keduanya imbang, yakni 1-1.

Jujur, saya pribadi bukan termasuk penggila bola bahkan mengerti pun tidak. Yang saya tau tentang sepak bola hanyalah jumlah pemainnya 11 orang, pertandingan dilaksanakan 2 babak, aturan main bola hanya boleh di tendang oleh kaki, dibendung dengan pundak atau dada dan disundul oleh kepala.

Aturan main lainnya yang saya tahu adalah jika bola terkena tangan maka akan mendapat pelanggaran yang disebut dengan hand. Jika bola masuk gawang lawan maka gol, jika masuk kandang sendiri maka bunuh diri 😂 , dan jika melebihi area lapangan yang dibatasi oleh garis putih berbentuk persegi panjang maka out. Hanya itu, sudah selesai. Selebihnya saya tidak tahu.

Saya bukan tidak menyukai sepak bola, hanya biasa saja. Namun banyak teman saya, bahkan hampir semua dari mereka menyukai sepak bola. Tidak hanya teman pria tapi juga wanita.

Diluar fakta saya menyukai sepak bola atau tidak, saya tetap mendukung Indonesia apapun jenis olahraganya. Kemenangan Timnas U-16 ini merupakan titik awal bagi dunia persepakbolaan bahkan dunia olahraga lainnya bagi Indonesia.
Banyak kemenangan yang telah diraih atlit-atlit kita yang telah berjuang sekuat tenaga, baik yang terekspos media maupun yang tidak.

Kemenangan ini merupakan hadiah yang indah bagi Indonesia.

Semoga dengan ini semakin memicu semangat para atlit dan kecintaan masyarakat di seluruh Indonesia. Dan semoga do'a-do'a yang melangit mendoakan yang terbaik bagi setiap atlit Indonesia dalam tiap kejuaraan, Allah kabulkan.

Terima kasih kepada para atlit dan para pelatih mereka yang telah berjuang mewakili bangsa Indonesia.

Siapa kita? INDONESIA! 🇮🇩
Siapa kita? INDONESIA! 🇮🇩
Siapa kita? INDONESIA! 🇮🇩
BANGGA JADI INDONESIA!! 🇮🇩

Jumat, 10 Agustus 2018

Day 9 #Challenge : I Can't Think Anything

Pernah ga sih kalian ngeblank? Saya rasa pernah, walau jarang bahkan jarang banget tapi pasti pernah.

Nah, disaat ngeblank begitu apa yang biasanya kalian lakukan? Kalo aku pasti cengo bin diem, ga bisa mikir apa yang sebenarnya mau dilakukan sebelum blank terjadi. Abis itu biarin otak dan tubuh berhenti dari aktifitas yang sedang dikerjakan dan biasanya akan ketemu apa yang di-blank-kan tadi.

Kira-kira apa ya penyebab kita bisa blank seperti itu?

Mengutip artikel yang berjudul 10 Cara Mengatasi Otak yang "Blank" yang di unggah paada laman Kompas.com, otak yang blank bukan menandakan kita sudah pikun, atau mengaitkannya dengan faktor "U" (yang kemudian bikin Anda minder).

Menurut Zaldy S. Tan, MD, direktur Memory Disorders Clinic di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, lupa dengan hal-hal seperti ini merupakan tanda betapa sibuknya kita. Ketika kita tidak memusatkan perhatian dengan baik, memori yang kita bentuk tidak cukup kuat, dan kita pun jadi kesulitan mengungkap informasi itu lagi.

Memori itu biasanya akan muncul kembali perlahan-lahan. Tetapi, ketika Anda sebenarnya sedang sangat membutuhkannya, hal ini memang membuat Anda frustrasi. Kunci untuk mengingatnya adalah dengan membentuk otak Anda, demikian menurut Harry Lorayne, penulis buku Ageless Memory: Simple Secrets for Keeping Your Brain Young.

"Kita biasa melatih tubuh kita. Tapi apa gunanya tubuh yang sehat jika Anda tidak memiliki kemampuan mental untuk menjalankannya?" katanya.

Tindakan paling mudah untuk mengingat sesuatu adalah dengan mencatatnya, atau menyusun daftar tugas di ponsel. Namun ketika Anda tidak dapat mengakses semua catatan tersebut, atau jika Anda ingin menguatkan fungsi otak, para pakar di atas menyarankan suatu strategi untuk membantu Anda selalu mengingat dengan baik. Ingat, biasakan melakukan hal ini sebelum Anda lupa sesuatu!

Berikut tips yang dituliskan pada artikel tersebut, simak ya!

"Siapa ya, nama orang ini?"
* Sebut terus namanya. Ketika Anda diperkenalkan dengan seseorang, dengarkan betul namanya. Seringkali kita hanya menganggukkan kepala bila orang tersebut menyebutkan namanya, padahal sebenarnya kita tidak mendengarnya. Bila kurang jelas, jangan ragu untuk menanyakannya lagi. Kemudian, perjelas ejaan namanya. Misalnya, "Vanda itu dengan F atau V?" Anda juga bisa menambahkan, "Oh, sepupuku juga ada yang namanya Vanda." Sebut namanya setiap kali Anda berbicara, hingga Anda berpisah.

* Berbasa-basilah. Lakukan hal ini dengan beberapa trik. Sambil menanyakan namanya, mintalah kartu namanya. Setelah Anda meninggalkannya, tuliskan ciri-ciri orang tersebut di balik kartu nama (misalnya, berkacamata, rambut ikal, kulit gelap, dan lain sebagainya).

"Aduh, dimana saya menaruh kacamata tadi, ya?"
* Ucapkan saat Anda meletakkannya. Pusatkan perhatian pada apa yang sedang Anda lakukan, ketika Anda menaruh kacamata di meja. Atau, ingatkan diri Anda, "Saya menyimpan kunci laci di saku jaket saya." Dengan demikian Anda memiliki ingatan yang jelas saat melakukannya.

* Jadikan kebiasaan. Letakkan kotak atau keranjang kecil di sisi meja. Biasakan diri Anda untuk meletakkan semua benda -kunci, kacamata, ponsel, atau apa pun yang Anda gunakan setiap saat- di keranjang itu.

"Apa lagi yang harus saya lakukan hari ini?"
* Mulailah suatu ritual. Jika Anda harus melakukan suatu tugas (misalnya minum obat, atau memesan taksi untuk mengantar ke suatu tempat), ciptakan pengingat yang tidak biasa. Hanya dengan meletakkan obat di atas meja kerja, belum tentu Anda akan langsung ingat untuk meminumnya. Ambil juga segelas jus jambu yang biasanya tidak Anda sukai, atau CD band yang tidak Anda kenal, lalu taruh di dekat obat tersebut. Ketika Anda melihat benda-benda "asing" tersebut, Anda akan segera melihat apa yang seharusnya Anda lakukan (yaitu minum obat), demikian menurut Carol Vorderman, penulis Super Brain: 101 Easy Ways to a More Agile Mind.

"Gawat, password saya apa, ya?"
* Bayangkan bentuk-bentuk nomor. Berikan bentuk pada setiap nomor. Misalnya, 0 terlihat seperti bola atau cincin; 1 adalah pensil, 2 adalah angsa, 3 seperti borgol terbuka, 4 seperti perahu layar, 5 adalah perempuan hamil, 6 tampak seperti pipa, 7 mirip bumerang, 8 adalah manusia salju, dan 9 adalah raket tenis. Untuk mengingat nomor PIN ATM Anda (misalnya 4298), bayangkan diri Anda berada di perahu layar (4), ketika seekor angsa (2) mencoba menyerang Anda. Anda memukulnya dengan raket tenis (9), lalu angsa itu berubah menjadi manusia salju (8). Nah, bisakah gambaran itu terlupakan?

* Buat rhyme. Pikirkan kata-kata yang berirama dengan angka 1 sampai 9 (misalnya, batu untuk 1, iga untuk 3, dan seterusnya). Kemudian ciptakan sebuah cerita menggunakan kata-kata dengan rima tersebut.

"Aduh... apa ya, namanya? Kata itu sudah di ujung lidah saya!"
* Berlatihlah mengucapkan urutan huruf. Misalnya Anda tidak dapat mengingat judul sebuah film. Ucapkan huruf-huruf (di dalam hati). Ketika Anda sampai pada huruf R, misalnya, hal itu akan memicu nama yang sebelumnya sempat muncul sekelebatan dalam kepada: Ratatouille. Trik ini berhasil ketika Anda sedang menjalani ujian yang membuat Anda harus menyebutkan sesuatu kata atau nama.

"Mengapa saya jadi sulit menghafal sesuatu lagi?"
* Baca, ketik, ucapkan, dan dengarkan. Itu saja resepnya. Untuk menghafal pidato, atau bahan presentasi, baca catatan Anda, kemudian ketik kembali di komputer. Setelah itu, baca keras-keras dan rekamlah. Dengarkan rekaman tersebut beberapa kali. Selagi Anda berusaha menghafal, ingatlah untuk mematikan TV, pemutar musik, dan komputer. Dengan demikian Anda bisa lebih berkonsentrasi.

* Gunakan warna. Beri highlight pada catatan Anda dengan menggunakan spidol berwarna, dengan judul atau subjudul yang dibuat lebih tebal. Akan lebih mudah mengingat tulisan berwarna merah daripada hitam, bukan?

Nah, itu dia tips mengatasi ke-blank-an yang kerap terjadi dalam keseharian kita. Semoga bermanfaat ya! 😉

Kamis, 09 Agustus 2018

Day 8 #Challenge : Lose Your MoodBooster

Biasanya kalau kita lagi bad mood pasti kita punya moodbooster masing-masing yang pasti berbeda tiap orangnya.

Misalnya saya, biasanya kalau lagi badmood atau lagi banyak kerjaan yang bikin mumet kepala, seharian pula, maka sebagai moodbooster atau sekedar penghilang penat, saya akan mengidam makanan yang pedas, super pedas. Atau jika bukan makanan, maka saya akan jingkrak-jingkrak tak tentu gerakannya, atau nyanyi-nyanyi seketemu nyanyian apa, kadang teriak sesekali diiringi tawa -mentertawakan diri sendiri 😅, atau tinggalkan semua pekerjaan dan beralih nonton drama Korea (drakor) hehehe

Hari ini di kantor sedang sibuk-sibuknya. Bukan hal istimewa, pasti lumrah bahwa aktifitas di kantor ada kalanya tidak terlalu padat, biasa saja ataupun sibuk tingkat tinggi. Berbeda dari biasanya, kali ini saya kalem (saya bisa kalem juga kok hahaha), tidak jingkrak-jingkrak, tidak nyanyi-nyanyi, tidak pula teriak. Mencoba mengalihkan pikiran sejenak dengan menonton drakor tapi tak mempan, bosan yang ada.

Dan karena beberapa hari ini sedang tidak ingin makan yang pedas-pedas -pengaruh hormon bulanan, jadi walaupun pusing dan mumet sampai tingkat dewa pun tidak menimbulkan rasa ingin menyantap makanan yang pedas.

Yang ada hanya lelah dan tak bergairah. Alih-alih itu semua, sayang ingin cepat sampai rumah kemudian tidur, istirahat. Ini moodbooster jitu lainnya bagi saya hehe

Kalau moodbooster kalian apa temans? 

So, udah dulu ngetiknya. Selamat istirahat🙋😄

Ps : Peer Chellenge saya kurang satu, karena kemarin saya tidak menulis satu paragraf pun 😂
Jadi di hari ke-9 ini harusnya saya menulis dua postingan, tapi berhubung satu hal di atas dan lainnya, jadi InsyaAllah besok baru saya kerjakan😅
Ps* : jangan ditiru yaa, sampai jumpa 😆

Rabu, 08 Agustus 2018

Day 7 #Challenge : Gara-gara Poppy

Malam temans..

Selasa malam ini merupakan kali ke dua saya olahraga lari di malam hari sepulang kantor. Tidak seperti percobaan lari pertama yang hanya berdua kali ini saya ditemani oleh 5 orang teman lainnya.

Setelah lari -untuk saya jalan karena kebanyakan jalan daripada larinya hehe, kami mengisi ulang energi yang terkuras saat lari 5 putaran lapangan bola GOR Sumantri yakni makan. Setelah berputar-putar di Plaza Festival akhirnya kami memutuskan untuk makan di salah satu restoran fastfood HokBen dan memesan makanan kami masing-masing.

Seperti umumnya jika sesama teman berkumpul pasti akan mengobrol, pembahasan ngalor-ngidul ga karuan pun terus berjalan tak menggubris aktifitas makan malam yang kemudian masih berlanjut sampai makanan habis, bahkan sampai restorannya tutup. Emang dasar ya kita hehehe 😆

Ditengah keseruan kita mengobrol, entah bagaimana ceritanya sampai ke pembahasan bunga, dan saya menyebutkan bahwa ada bunga yang saya suka. Saat ditanya namanya tentu saja saya tidak ingat alias lupa hahaha

Satu persatu teman-teman saya menyebutkan nama bunga yang mereka tau, tapi semuanya saya tolak dan nyatakan salah. Hal ini membuat semuanya penasaran, dan saya jauh lebih penasaran ingin mengingat nama bunga yang saya maksud. Gambaran bunga kesukaan yang terbayang di mata dan merasa ingat namanya di dalam otak tapi tidak mau tersebut di mulut, kalian pasti seringkali berada di posisi yang sama kan seperti yang saya alami barusan?😂

Akhirnya semua orang membuka gadget masing-masing dan mencari di laman pencari yang super serba tahu, dan tidak ketemu. Ditengah-tengah pencarian saya mengingat satu nama bunga dan menyebutkannya, bunga poeny, sontak teman yang lain akhirnya mencari gambar bunga tersebut dengan mengetik bunga poeny sebagai kata kunci.


Saat hasil pencarian keluar, ternyata itu bukan bunga yang saya maksud. Sebenarnya bunga itu pun saya suka, dan sebenarnya hampir semua bunga saya sukai karena mereka sangat indah dilihat, suatu pemandangan yang memanjakan mata yang patut untuk di kagumi dan syukuri, Subhanallah walhamdulillah.. 😍

Dan ada beberapa bunga yang lebih saya sukai daripada yang lainnya seperti bunga mawar, anggrek -saya suka anggrek karena keberagaman jenis dan warnanya walau tidak hapal kalau harus disebutkan satu per satu namanya😅, lotus, teratai (lotus dan teratai dua jenis bunga yang berbeda lho), bunga poeny pun salah satu bunga yang saya suka dan bunga yang sedang sama-sama kami cari ini.

Hampir semua nama bunga saya sebut ya 😅 tapi memang kesemuanya saya suka. Intinya saya suka bunga, titik hahahaha..

Kembali ke pencarian nama bunga yang saya maksud. Setelah melihat gambar bunga poeny ternyata bukan bunga itu yang saya maksud. Kemudian saya menyebutkan ciri-cirinya bahwa dilihat dari gambarnya (karna saya belum pernah melihat langsung bunga yang saya maksud) tekstur kelopaknya mirip dengan bunga poeny tapi dia tidak bertumpuk, sedangkan bunga poeny bertumpuk-tumpuk tidak beraturan, bunganya memiliki batang yang tinggi menjulang tanpa daun.

Kemudian salah satu teman menunjukan sebuah artikel yang memuat 50 jenis bunga, dia bilang tidak mungkin tidak ada di salah satunya. Akhirnya kami melihat bersama, saya croll-up laman artikel tersebut dan dia menyebutkan satu per satu nama bunganya.

Dan masih belum ketemu bunganya, hihihi

Tapi di salah satu bunga saya sempat berhenti. Bunga kosmos. Saya sempat menimbang apakah bunga tersebut yang saya maksud, tapi saya rasa bukan. Bentuk bunganya memang mirip, hanya satu putar kelopak tidak bertumpuk tapi tekstur kelopaknya bukan seperti itu. Satu hal yang saya ingat juga bahwa bunga ini salah satu bunga yang dapat menjadi bahan obat herbal dan racun sekaligus, yakni narkotik, tapi tidak saya sebutkan kepada teman-teman hehe. Pencarian pun berlanjut.

Saya pun teringat bahwa dulu saat pertsaya melihat bunga ini di salah satu aplikasi sosial media yang memuat foto-foto ciamik bernama Pinterest. Dan saya menyimpan foto bunga tersebut dan sempat mengunduhnya di gadget lama yang hilang.

Akhirnya, sangking penasarannya dan hampir putus asa karena mencari di laman pencari tidak kunjung ketemu, yang walau pembahasan obrolan sudah ngalor-ngidul kemana-mana, saya tetap berkutat mencari bunga yang saya maksud, saya pun meng-install ulang aplikasi Pinterest tersebut karena sudah lama saya tidak menggunakannya.

Setelah downloads selesai dan log-in saya pun menemukan foto-foto bunga tersebut -yang ternyata banyak yang saya simpan, kemudian menunjukkannya kepada teman-teman dan masih belum menemukan namanya hahaha

Saat handphone saya berputar satu per satu ke tangan teman-teman saya, salah satu teman mencari di mesin pencari dan menemukan namanya, teman yang sedang melihat handphone saya pun menemukan namanya di salah satu foto yang saya simpan, BUNGA POPPY.


Yups, bunga Poppy. Nama bunga yang di cari-cari ternyata hampir mirip dengan nama bunga yang saya salah ingat, bunga poeny. Hahaha memang konyol kalau di pikir. Saya yang suka bunga itu tapi saya juga yang tidak tahu apa namanya 😆

Akhirnya saya bisa tidur dengan nyenyak malam ini karena apa yang di cari sudah ketemu. Penasaran yang tidak sia-sia dan tidak berlanjut😂

Selain bunga ini bisa menjadi obat-obatan candu, saya baru mengetahui bahwa bunga ini merupakan lambang peringatan duka dan kebanggaan kepada para prajurit yang tewas pada masa perang dunia ke-1. Ini pun saya dengar dari teman saya yang ikut mencari tentang bunga ini.

Berikut saya kutip penjelasan tentang bunga Poppy menurut Wikipedia:
Poppy adalah sebuah tumuhan berbunga dalam subkeluarga Papaveroideae dari keluarga Papaveraceae. Poppy adalah tumbhan herbal, yang biasa ditanam karena bunga-bunganya yang berwarna. Salah satu spesies dari poppy, Papaver somniferum, meghasilkan biji-bijian pangan, dan juga merupakan sumber dari obat-obatan candu yang berisi alkaloid pengobatan yang kuat seperti morfin dan telah digunakan sejak zaman kuno sebagai sebuah analgesik dan pengobatan narkotik dan obat-obatan rekreasional. Setelah peperangan bersenjata yang dilakukan di ladang poppy di Flanders, saat Perang Dunia ke-1, poppy dijadikan lambang peringatan para prajurit yag tewas pada mas perang.

Sekian kisah hari ini, sampai jumpa esok hari, InsyaAllah 🙋
Salam hangat🙏




Senin, 06 Agustus 2018

Day 6 #Challenge : Job Seekers


Mencari pekerjaan merupakan momok yang besar bagi sebagian orang, ralat, bagi kebanyakan orang.

Perkataan yang telah di gembar-gemborkan masyarakat umum bahwa mencari pekerjaan merupakan hal yang sulit tanpa disadari menjadi doktrin yang amat meyakinkan di masyarakat, apalagi dikalangan remaja yang akan mulai mengenyam jenjang karier.

Dan tak disadari, hal itu pun melekat pada benak saya.

Saat lulus sekolah menengah di tahun 2012 saya mengikuti kegiatan magang yang berasal dari sekolah untuk mengisi waktu luang hingga kelulusan tiba. Ini diperuntukkan bagi siswa-siswi yang ingin saja, tidak perlu tes dan wawancara, hanya memenuhi jumlah yang diminta oleh perusahaan. Kalau tidak salah pihak perusahaan meminta 8 orang dan aku termasuk salah satunya.

Beberapa teman yang memang sempat praktek kerja lapangan (PKL) saat kami kelas sebelas disana tentu saja dengan antusias kembali mendaftarkan diri, dan karna sudah kenal dengan karyawan disana di tempatkan di tempatnya ketika PKL dulu.

Selang beberapa bulan satu per satu teman yang magang di perusahaan itu berhenti karna mendapatkan pekerjaan lain yang tentu lebih menjanjikan, dan bukan lagi pekerja magang yang hanya di bayar harian per kehadiran. Saya tetap bertahan disana tentu bukan karena gajinya, tapi saat itu saya berfikir ini bagus untuk selingan sembari mencari pekerjaan lain dan karena saya berkuliah mengambil kelas karyawan yang hanya masuk di saat weekend dan selebihnya mengikuti kelas online.


Tapi beberapa bulan disana saya tidak mencari pekerjaan lain. Hanya fokus magang dan kuliah. Enam bulan kemudian, Alhamdulillah, Allah mudahkan saya dalam pekerjaan dengan diangkatnya saya menjadi pegawai tetap ditempat saya magang.

Tepat per tanggal 01 Januari 2013 saya diangkat menjadi karyawan tetap disana. Saat saya mendapat gaji pertama saya sebagai karyawan tetap saya sangat bahagia. Gaji tersebut saya gunakan untuk membayar uang kuliah yang kebetulan bisa di cicil per bulan, saya sangat bersyukur karena bisa membantu meringankan beban orang tua karenanya 🙏

Dulu gaji saya masih saya terima langsung berupa cash tidak di transfer melalui bank. Jadi saat sampai di rumah, saya memberikan satu amplop gaji pertama itu kepada Bapak. Disitu saya melihat goresan senyum yang terkembang begitu senangnya dan binaran di matanya yang berkaca-kaca sambil berucap syukur. Disitu saya merasa lebih sangat berbahagia 🙆

Tak terasa hari berganti Minggu, Minggu menjadi bulan, dan bulan berubah menjadi tahun. Di tahun 2018 ini saya menginjak tahun ke-6 bekerja disana. Jangan tanya bosan, karena itu sudah muncul dari beberapa tahun yang lalu. Apalagi jenuh pada pekerjaan yang itu-itu saja setiap harinya, aiiiiihhh, itu pun telah saya rasakan dalam beberapa tahun belakangan. Dan itu terus berulang. Oiya, sekedar penjelasan mengapa pekerjaan saya monoton, itu karena saya bekerja pada perusahaan kecil yang berbasis simpan-pinjam yakni koperasi karyawan sebuah perusahaan besar. Jadi saya bukan bekerja bukan pada perusahaan besar itu yang memiliki jenjang karir, melainkan pada koperasinya, yang berdiri sendiri dan bukan anak perusahaan tersebut. Jadi wajar jika pekerjaan saya sangatlah monoton hanya pada hal ituuuuu-itu saja.

Meskipun bosan, lelah dan jenuh menghampiri, namun bayangan akan sulitnya mencari pekerjaan terus menghantui saya, dan karena saya masih di tengah masa menjadi seorang mahasiswa membuat langkah saya stagnan, jalan di tempat tidak berani mencoba mencari pekerjaan lain. Pikiran "Ahh, nanti saja tunggu lulus" atau "Sabar.. bertahan disini sedikit lagi sampai kamu lulus kuliah" terus membisiki pikiran.

Dan, Alhamdulillah, sampai saya lulus kuliah saya masih di kantor yang sama hihihi, dan sudah dipastikan biaya saya selama kuliah sarjana strata satu dihasilkan dari sana. Sekarang pun, setelah satu tahun berlalu dari saya wisuda kelulusan, saya masih di kantor tersebut. Entah setia atau apa, atau terkena doktrin yang membawa pengaruh buruk? Yang jelas selama setahun ini saya sudah mencoba mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan dan belum mendapatkan satu pun panggilan hehe

Kok berkesan bangga ya?😂

Bukan bangga sih, lebih pada saya jadi merasa tidak bekerja begitu keras untuk mendapatkan pekerjaan baru selain pekerjaan yang saat ini sudah saya jalani. Tapi saya ingin mengembangkan sayap dan belajar dari lingkungan dan jenis pekerjaan baru, sehingga kemampuan saya terasah dan pengalaman saya menjadi lebih luas. Do'akan saya yaa temans agar segera mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik bagi segala aspek dalam kehidupan saya, Aamiin🙏🙏


Sekian tulisan malam hari ini. Semangat bagi para pejuang pekerjaan baru! Lebih baik gagal tapi mencoba dari pada gagal karena tidak melakukan apa-apa. Dan lebih baik lagi berhasil dengan percobaan yang kita buat.. hehehe

Salam hangat dan sampai jumpa 🙋

Minggu, 05 Agustus 2018

Day 5 #Challenge : Hari Kemerdekaan Indonesia


Hari ini saya post 2 tulisan karena kemarin saya tidak posting tulisan ✌
Yaa walaupun uploadnya susah bin lama karena hambatan signal 

Setelah insiden kebakaran tadi siang, a' Iwan mengeluarkan bendera Indonesia yang ada 4 buah. Tentu saja bukan bendera dengan ukuran sesuai yang dipakai saat upacara di sekolah-sekolah, ukuran bendera ini lebih kecil.

Saya dan Uno, ponakan saya langsung menyongsong bendera-bendera itu dan antusias memasangnya. Kemudian aa mengeluarkan 3 bilah bambu untuk menjadi tiang, masing-masing satu untuk masing-masing bendera. Satu bendera akan di pasang di tiang lampu penerang jalan yang sudah berdiri di depan rumah.


Selagi memasang satu bendera, krucils lain datang menghampiri dan membantu. Bala bantuan telah tiba hahaha

Kemudian Mama berinisiatif untuk membuat hiasan jalan menggunakan kertas wajik disini kita menyebutnya, bahasa Indonesia nya mungkin kertas minyak hehehe saya pun kurang tau. Pokoknya kertas yang biasa di gunakan untuk membungkus makanan. Jadi pergilah saya dan Uno membeli beberapa kertas minyak warna merah dan putih.

Sepulang kami dari warung bendera sudah berdiri semua di tiang masing-masing. Kemudian saya mengeluarkan peralatan yang dibutuhkan, seperti gunting, lem, penggaris dan wadah untuk tempat kertas yang nantinya sudah di potong-potong.



Kemudian kami memotong-motong kedua warna kertasnya seukuran sama dan mengelemnya menjadi bendera merah-putih kecil-kecil. Untuk talinya, kita menggunakan tali rafia yang sudah ada di rumah. Kami memotong talinya cukup panjang dan kemudian membaginya menjadi tiga untuk kemudian disatukan menjadi satu tali yang 3x panjang tali sebenarnya dan mengelemkan bendera kecil tadi ke sepanjang tali tersebut.


Setelah semua bendera terpasang akhirnya saya memasangnya di atas, di antara pepohonan yang ada di halaman rumah. Dibantu Arif, adik sepupu saya, kita memanjat pohon-pohon yang dipakai untuk memasang hiasan bendera yang kita buat tadi.



Dan, karena saya sudah cukup lama tidak memanjat pohon maka saat saya sampai di dahan cabang kedua yang hanya setinggi kurang lebih 3 meter itu, saya sudah merinding takut hihihi. Padahal waktu saya kecil, pohon itu adalah makanan sehari-hari untuk dipanjat.

Akhirnya yang lebih banyak memanjat adalah Arif, satu kali cukup untukku hahaha
Jadilah hiasan seadanya hand-made ala kita-kita untuk ikut memeriahkan suasana hari ulang tahun Indonesia yang ke-73 tahun.

Jayalah Indonesia, makmur dan sejahtera lah rakyatnya.. aamiin



Day 4 #Challenge : Kebakaran Hutan a.k.a Kebun

Cuaca di kampung sekarang sedang berangin. Angin yang sangat kencang sepanjang hari membuat debu berterbangan ke beranda rumah dan bertumpuk sangat tebal. Umumnya butiran tanah yang seperti pasir yang beterbangan, membuat telapak kaki terasa sangat kotor menginjak lantai.
Dan benar saja, saat di sapu, debu itu terkumpul banyak sekali. Bahkan di beberapa titik lantai sudah terlihat debu-debu yang terkumpul itu.

Musim ini biasa di sebut orang sekampung "usum kumbang" (musim angin kumbang) atau "katiga" (kemarau). Siang hari berangin begitupula malam hari, membuat pohon-pohon seolah akan tumbang, tak jarang memang tumbang betulan. Siang hari menerbangkan debu-debu membuat kotor beranda rumah, bahkan sampai masuk ke dalam rumah, kebanyakan siang hari orang-orang memilih untuk menutup rapat pintu-pintunya. Dan saat malam hari angin yang bertiup membuat sejuk sekaligus membuat tulang serasa ngilu karena terasa sangat dingin, bbrrrrrr -setidaknya itu bagi saya dan kebanyakan orang hihi.

Pagi menjelang siang ini, sekitar pukul 11 lebih 15 menit, ada berita bahwa kebun yang berada di sebelah Selatan, yang posisinya ada di belakang pemukiman warga terjadi kebakaran. Sontak membuat saya dan beberapa anggota keluarga yang ada beserta saudara lain yang letak kebunnya bersebelahan segera ke sana. Misinya sama dan hanya satu, mematikan api yang terlanjur membesar dan cepat sekali merambat karena angin.


Hal ini sangat menghawatirkan bagi kami, dan pasti bagi orang-orang yang mendengar kabar bahwa kebun mereka terbakar. Ditambah riwayat beberapa tahun silam yang sempat terjadi kebakaran di kebun kami juga, mungkin sekitar saat saya kelas 4 atau 5 SD, atau lebih kecil dari itu. Sudah terlalu lama jadi saya sudah tidak ingat kelas berapa tepatnya itu hehe

Itu terjadi pada musim yang sama seperti saat ini, kemarau nan diikuti angin kencangnya. Kebakaran itu menghabiskan 2-3 kebun milik satu keluarga kami, kakak beradik dari Bapak. Di tengah panas api dan panas matahari kami dibantu beberapa tetangga lain mencoba memadamkan api. Sedangkan angin terus berhembus kencang menguntungkan api untuk cepat merambat. Ditambah pula rerumputan yang sudah mulai mengering karna terik matahari.

Pertama sebagian dari kita coba untuk memutuskan api yang dekat dengan kebun yang belum terbakar, mencegah api segera merambat kesana dan ke kebun lainnya. Kemudian kami bahu membahu, dari yang muda sampai yang tua, berusaha memadamkan api yang ada di dalamnya. Setelah beberapa waktu akhirnya kami mampu memadamkan api.

Tapi berhubung api sudah terjalnjur besar dan menyebar ke beberapa kebun, akibatnya, beberapa pohon mati sebelum hidup lebih lama dan tumbuh lebih besar seperti yang lainnya (lebay ya istilahnya hehe) dan tidak mampu bertahan melawan panas api yang menghanguskan akar-akar muda mereka. Walhasil, jika yang lain ditebang saat mereka sudah tumbuh besar untuk di manfaatkan menjadi kayu yang bisa menjadi salah satu bahan membuat rumah, mereka harus ditebang sedari dini dan hanya dijadikan kayu bakar. Ada beberapa sih yang sudah agak besar sehingga bisa dijadikan kayu dipan atau sejenisnya, tapi hanya sedikit.

Manfaat lain dari kebakaran itu, selain memberi kerugian, adalah kami tidak susah payah untuk membabat rumput liar yang tumbuh sembarangan di seluruh kebun hehehe

Nah, untuk penyebab kebakaran di picu dari sepuntung rokok yang di buang tanpa di injak atau di matikan terlebih dahulu. Mengingat bagaimana kondisi angin saat itu dan bagaimana keringnya rerumputan yang berjejal saat itu, tentu saja sangat mudah terpercik sisa-sisa api yang ada di puntung rokok tersebut dan dengan mudahnya menjadi api besar. Setidaknya begitu spekulasi beberapa orang dewasa. Kami anak kecil hanya manggut-manggut dan ikut mengobrol sesama kami tentang kejadian itu.

Kembali pada saat ini -salah satu uwa lelaki sudah di tempat kejadian perkara (TKP) terlebih dahulu disusul kakak sepupu ipar dan krucils (anak kecil) 5 orang. Dan yang lain menyusul karna baru mendengar kabar dari tetangga beberapa saat kemudian. Saat sudah sampai setengah jalan kita menuju TKP, terlihat uwa dan kakak sepupu ipar sudah berjalan pulang. Dan ternyata kebakaran terjadi bukan di kebun kita yang berada di tebing di samping jalur sungai, melainkan kebun tebing milik orang yang tinggal di desa sebelah dan letaknya ada di seberang sisi sungai satunya.


Jadi kebun-kebun kami aman, Alhamdulillah, itu sangat melegakan. Akhirnya kami berputar arah dan kembali pulang sembari mengobrol santai bersama.

Jumat, 03 Agustus 2018

Day 3 #Challenge : Kereta Antar Kota

Hari ini saya pulang ke kampung halaman di Cirebon menggunakan kereta api Indonesia (KAI) jurusan Surabaya. Naik dari stasiun Pasar Senen menggunakan kereta Kertajaya 178 yang berangkat jam 2 siang dan tiba di stasiun Cirebon Prujakan jam 5 lebih 10 menit.


Kereta touch-down di stasiun Cirebon Prujakan sesuai jadwal, kurang 2 atau 3 menit malah. Perjalanan stasiun sampai ke rumah menggunakan sepeda motor kurang lebih memakan waktu 1 jam sampai 1 jam 30 menit. Tergantung berapa km tarikan gas yang di pacu.


Perjalanan Jakarta - Cirebon yang cukup singkat membangkitkan kenangan-kenangan akan perjalanan yang pernah saya tempuh menggunakan kereta antar kota seperti kereta ini.

Mulai dari kenangan semasa kecil yang mudik setelah liburan sekolah yang di habiskan di tanah rantau-an Mama dan Bapak, atau libur lebaran yang kita gunakan untuk berlibur di tanah kelahiran Mama di Rancagaru - Bogor. Masih teringat jelas, saat kereta sudah sedemikian penuh tapi penumpang masih tetap berebut masuk, yang dapat kursi bisa duduk nyaman, yang tidak dapat ya berdiri. Saat saya dan keluarga tidak dapat kursi, Bapak dan Mama dengan gesitnya menyediakan tempat duduk di antara celah sandaran kursi yang bertemu. Menduduki tas yang berisi pakaian, empuk dan walaupun sempit tapi lebih nyaman daripada harus berdiri selama perjalanan.

Kenangan trip nekat -sepanjang 24 tahun saya hidup mungkin itu trip ternekat, karna saya pergi hanya berdua bersama sahabat ke Semarang, berbekal itinerary yang didapat dari trip yang gagal berangkat hihihi.. Sampai dengan kenangan trip ke Malang bersama rombongan sahabat lainnya.
Jasa transportasi darat yang satu ini adalah favorit saya, dan mungkin sebagian besar masyarakat lainnya. Karna waktu tempuhnya yang lebih cepat dibanding waktu tempuh jasa transportasi darat lainnya. Dan tentu lebih nyaman dan leluasa. Ada toiletnya pula, hehe

Foto gunungnya kurang kelihatan ya hehe

Pemandangan sepanjang perjalanan yang memanjakan mata, sudah lekat di ingatan namun tak pernah membosankan. Sesampainya di stasiun Cirebon Prujakan saya langsung di sambut oleh sejuknya angin yang berhembus. Melihat siluet gunung Ciremai yang berdiri tegak nan gagah di ujung sana membuat bibir menyunggingkan senyum.

Ahhh, ini bukan tanah kelahiranku walau di akta tertera nama kotanya, namun ini tempat aku tumbuh dari bayi hingga menginjak usia remaja.

Halo Cirebon!! Aku sampai.. 😄
Perjalanan menggunakan kereta selalu mengangkat kembali memori-memori indah untuk dikenang dan menciptakan yang baru 😁

Perjalan kembali ke Jakarta dua hari yang akan datang pun saya akan menggunakan transportasi ini, kereta! Nanti, saya akan naik dari stasiun Cirebon Kejaksan menuju stasiun Gambir dengan kereta Tegal Bahari 61. Semoga perjalanan kita lancar ya!😊😊😊


 


Kamis, 02 Agustus 2018

Day 2 #Challenge : Book Lovers

Selamat malaaammm...

Haii temans, malam ini saya pengen berbagi beberapa tips untuk merawat buku-buku kita yang ada di rumah. Tips ini bukan asli hasil pemikiran sendiri pastinya hehe

Berawal dari packing untuk keperluan mudik besok, akhirnya saya pilah-pilih buku bacaan yang mau dibawa buat nemenin pas perjalanan mudik dan pas balik Jakarta lagi nantinya -yang kadang dibacanya cuman sedikit hihihi..

Daaann, saat pilah-pilih ini lah saya ngeliat buku lama yang warna halamannya udah pada menguning, huhuhuhuuu kasian banget kan mereka T.T

Jadilah saya berselancar di laman Google cari-cari tips buat ngerawat buku. Sebenernya udah lama pengen nyari gimana caranya ngerawat buku macam di perpus-perpus gitu biar bukunya terawat, jauh dari jamur-jamur nakal dan rayap yang bak pirates (lebay ya? Maaf 😂).

Dan setelah baca beberapa artikel, ada beberapa hal yang diluar dugaan banget seperti posisi rak yang harus diberi jarak dari dinding sampe harus cuci tangan sebelum membaca buku. Aiiihhh, bukan cuma mau makan ya yang harus cuci tangan, tapi baca buku juga.. wah!

APA MUSUH TERBESAR BUKU?
  • tikus dan serangga: rayap, kecoa & kutu debu
  • sinar matahari & cahaya lampu yang terlalu panas
  • kegelapan
  • kelembaban
  • perubahan temperatur yang ekstrem
  • noda makanan & minuman
  • air, keringat & lemak pada tangan


AKIBATNYA?
  • jamur
  • warna kertas menjadi kekuning-kuningan
  • tulisan pada buku menjadi pudar
  • kering, keropos & mudah sobek
  • bau tidak sedap/apek

Nah, maka dari itu kita harus benar-benar menjaga dan merawat buku-buku kita. So, langsung aja yaa, ini beberapa tips yang saya kutip dari beberapa artikel dan saya gabung jadi satu, yang pasti ini bermanfaat buat koleksi buku-buku pribadi yang tersayang 😍

1. Beli/dapatkan rak buku
Kunci pertama untuk merawat buku adalah anda harus punya tempat. Kalau tidak, buku akan rusak dengan cepat. Karena tidak ada tempat yang pasti, buku akan tercecer. Dan kalau tercecer, buku anda bisa kena cipratan kopi, dirusak anak, dan hal buruk lain yang bisa terjadi.

Dan tempat paling bagus adalah dengan memakai rak atau lemari buku.


Desainnya tidak perlu unik, cukup seperti lemari biasa. Dan belilah rak buku yang kuat dan kokoh. Harganya berkisar ratusan ribu rupiah. Anda bisa langsung beli yang agak besar, karena seiring waktu buku yang terkumpul semakin banyak.

2. Berikan sampul
Tips kedua ini terlihat remeh, tapi sangat penting. Membungkus buku dalam kemasan plastik atau menyampul buku dengan sampul plastik. Belilah sampul plastik buku yang bening, lalu tutupi buku dengannya.

Saya relatif sering menyampuli buku, karena bagi saya itu bisa menghindarkannya dari debu dan noda atau kotoran juga terlihat lebih rapih. Meski sedikit merepotkan karena harus menyampulnya secara manual -bukan menggunakan sampul plastik yang sudah jadi- tapi itu cukup memberi kepuasan bagi saya pribadi 😊

Buku ini sudah saya sampul dengan plastik bening

Hal yang perlu diperhatikan dalam menyampul buku:
  • gunakan plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku
  • gunakan plastik bening agar cover bukunya terlihat
  • jangan terlalu ketat menyampul, karena  bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka
  • sampul plastik mempunyai masa expired nya, oleh karena itu ganti sampul plastik dengan yang baru, begitu sampul rusak.

3. Gunakan pembatas buku

Gunakan pembatas buku jika ingin menandai buku dan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen atau paper clip bisa merusak jilidan buku. Tinta pada kertas koran dapat menempel pada halaman-halaman buku, oleh karena itu jangan selipkan potongan artikel pada halaman-halaman buku Anda!

4. Susun buku dengan cara berdiri
Hal ini untuk menghindari kerusakan jilid buku dan cover-nya apabila ditumpuk.
Posisi buku sebaiknya berdiri tegak lurus dan berjajar ke samping. Posisi ini memungkinkan udara masuk ke sela-sela buku lewat celah lembaran.


5. Susun buku sesuai kategori
Buku sebaiknya disusun sesuai subjek/klasifikasi/ukuran dan disimpan dalam lemari atau rak buku tertutup. Biasakan untuk mengembalikan buku di tempat semula setelah membaca.
Hal ini berguna agar anda mudah mencari buku. Jadi, jika buku Anda masih berantakan pengaturannya, mari kita atur ulang.

Sebagai contoh, beberapa perpustakaan hanya memajang buku-buku populer atau modern. Buku yang tergolong langka diletakkan dalam lemari-lemari khusus. Berilah sedikit ruang untuk mempermudah pengambilan dan pengaturan buku. Kalau disimpan dalam rak terbuka, selain mudah hilang juga riskan terhadap gangguan binatang perusak buku maupun percikan makanan atau minuman, juga debu yang beterbangan.


Contoh langkah mengkategorikan :
Pisahkan buku menurut kategori, misalnya novel, komik, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi.
Buat sub kategori (sb) pada setiap kategori. Misalnya komik sb-nya adalah Naruto, One Piece, dan Doraemon. Susunlah menurut sb tersebut.
Kalau novel dan kumpulan cerpen bisa dipisahkan menurut genre, misalnya misteri, histori-fiksi, dsb. atau pengarangnya - tergatung selara dan kapasitas buku. Tapi kalau saya lebih suka untuk mengkategorikan menurut genre
Jika ada buku berseri, susun dengan urut. Misalnya saya punya buku Tetralogi Buru. Saya akan susun dari kiri ke kanan : Buku 1, Buku 2, Buku 3, dan Buku 4.

6. Bersihkan dan cek ulang buku secara teratur
Sebaiknya bersihkan dulu tempat penyimpanan, dan bukunya sebelum disimpan dalam lemari atau rak buku. Bersihkan buku dan rak buku dari debu dengan mengguanakan kain bersih dan kering. Jangan gunakan kemoceng, karena sapuan kemoceng akan menerbangkan debu dan akan menempel pada buku lainnya.


Lakukan rotasi posisi buku setiap dua pekan sekali atau satu bulan sekali jika jadwal Anda terlalu padat. Jika memungkinkan keluarkanlah buku-buku dari lemari dan letakan selama sehari di luar lemari untuk diangin-anginkan. Bisa di atas meja atau di ruang terbuka yang sejuk.
Cek juga rak dan buku, apakah ada serangga, lubang, atau kerusakan lain.

7. Jangan menekuk, melipat, atau mencorat-coret halaman buku
Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan penekukan buku (untuk menandai halaman). Tapi penting juga untuk menjaga kualitas buku.

Tapi janganlah melipat buku (melipat jadi dua). Karena tidak akan enak dilihat jika mau dibaca kembali.

Apalagi mencorat-coret atau menggarisi. Hal tersebut akan sangat menganggu jika ada orang lain yang membaca. Jika memang diperlukan, catatlah di buku khusus catatan.

8. Taruh kamper pada rak buku untuk menghindari serangga
Salah satu hal paling merepotkan adalah jika buku anda termakan oleh serangga.

Bahan baku kertas berasal dari kayu, bisa mengundang rayap menggerogoti buku-buku kita. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap.

Oleh karena itu, ada beberapa tips untuk menghindarinya :
Taburlah kamper di sela-sela buku atau di pojok-pojok lemari. Fungsi kamper untuk mengusir ngengat dan mengurangi bau tak sedap. Bagi yang takut dengan bahan kimia yang terkandung dalam kamper, alternatif lainnya bisa digunakan rempah-rempah seperti cengkih dan butiran lada hitam. Biasanya rempah-rempah ini dibungkus dalam sebuah kain kecil, diikat dengan pita, dan diletakkan pada sela-sela lemari. Hal ini dilakukan karena risiko bagi pembaca yang mempunyai anak kecil di rumah (misalnya: takut tertelan). Secara periodik kamper/rempah-rempah ini harus diganti, umumnya tiga bulan sekali. Agar kita dapat mengetahui kondisi buku. Apabila ada serangga, harus segera dibasmi.

9. Beri cahaya yang cukup untuk membatasi ngengat
Taruhlah rak atau buku di dalam tempat yang memiliki cahaya yang cukup untuk membatasi ngengat.
Anda bisa membuka jendela kamar untuk membiarkan sinar matahari masuk. Tapi ya jangan terlalu ekstrim, misalnya tetap menyalakan lampu pada saat tidur. Hehehe.


Tapi jangan juga biarkan buku terkena sinar matahari langsung supaya buku tidak kuning dan bergelombang. Oleh karena itu cermatlah dalam mengatur pencahayaan di dalam kamar.
tidak gelap, cukup terang. Serangga sangat suka membuat sarang di tempat yang gelap dan tempat yang gelap juga merupakan tempat yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak

10. Jauhkan rak dari dinding
Setidaknya hindari kontak langsung dengan dinding. Supaya serangga tidak merambat dan memiliki sirkulasi udara yang memadai.

Usahakan pula letak buku tidak berdekatan dengan lantai. Artinya tempat buku jangan di bagian paling bawah lemari! Pilihlah tempat yang memungkinkan buku enak dilihat dan mudah dijangkau. Pilihan bisa di bagian tengah atau atas.


Jangan menumpuk buku! Apalagi dengan beban berat di atasnya. Jika posisi buku bertumpuk dikhawatirkan udara tidak bisa masuk dan mempercepat kelembaban. Hal tersebut akan membuat lembaran-lembaran buku saling menempel, huruf-hurufnya cepat pudar dan jilidnya jadi gampang lepas. Kalau bisa beri butir penyerap air (silica gel) dan kapur barus dalam rak atau lemari buku.
Jangan menjejal-jejalkan buku! Jangan juga membiasakan membawa buku dengan memasukkan ke dalam tas yang penuh dengan berbagai macam barang. Apalagi mencampurnya dengan makanan. Lebih baik jangan memaksakan buku itu masuk dalam tas yang ukurannya lebih kecil dari buku.
Jangan menyimpan buku bercampur dengan barang-barang lain! Sediakanlah lemari/rak khusus untuk buku Anda!

11. Beri celah udara pada rak
Karena kelembaban adalah hal yang berbahaya bagi buku, maka solusinya adalah memberikan celah/ventilasi udara, ruangan dengan temperatur yang stabil, sejuk, kering/tidak lembab (tingkat kelembaban udara sekitar 35%-60%), sekitar 16-24 derajat celsius.

Tapi ya, tidak punya AC bukan masalah yang terlalu besar.

Hindari gudang yang letaknya di bawah permukaan tanah maupun terlalu dekat dengan atap/langit-langit rumah. Letakkan rak pada posisi yang mudah dijangkau dan dibersihkan secara berkala. Pastikan ada jarak dengan ventilasi ruangan (jendela atau pintu) dan benda-benda elektronik yang bisa mengeluarkan panas (misalnya: kulkas, oven, radio, TV)

Jangan lupa untuk memberikan memberikan serap air untuk mencegah kelembaban, terutama dalam ruangan yang tertutup.

12. Hindari memfoto kopi buku


Hal ini termasuk yang paling saya hindari. Karena memfoto kopi dapat merusak jilid buku dengan mudah.

13. Bersihkan tangan sebelum membaca buku
Ini tips yang simpel tapi banyak orang tidak mau melakukannya. Padahal lemak dari makanan, atau zat-zat lain dapat membuat buku kuning dan merubah warnanya.


Pastikan tangan Anda selalu bersih. Jangan pernah menyentuh buku dengan noda yang masih tersisa di tangan Anda. Pastikan juga tidak ada cairan di dekatnya, seperti sisa kopi atau zat cair lainnya. Jadi selalu bersihkan tangan sebelum membaca buku yaa 😉

Selain itu, ketika ingin mengambil buku, pastikan untuk mengambil buku dengan memegang bagian tengahnya. Jangan menarik buku dari bagian atasnya. Jika dilakukan terus menerus, secara perlahan itu akan merusak buku.

14. Jangan jadikan buku sebagai pengganjal atau alas
Satu lagi tips simpel yang banyak orang malas melakukannya. Seringkali orang-orang menjadikan buku sebagai alas atau mengganjal sesuatu, jadi alas laptop misalanya?


15. Catatlah buku jika dipinjam - buat perjanjian
Jangan meminjamkan buku anda dengan begitu mudah.
Maksud saya bukan pelit. Tapi untuk menjaga buku, sebisa mungkin buat perjanjian saat orang meminjam buku.

Misalnya :
1. Dia tidak boleh merusak buku
2. Jika hilang harus ganti dengan buku baru
3. Dan sebagainya.

Tentu saja bilang dengan tutur kata yang sopan. Bilang kalau anda tidak pelit, tapi hanya untuk kenyamanan bersama.

Dan dalam beberapa kasus, ada buku yang dipinjam dan pemilik lupa dipinjam siapa, yang meminjam pun tak ingat untuk mengembalikan. Bukan maksud su'udzhon yaa..

16. Hindari menyimpan buku di dalam kotak kardus atau rak kayu
Hindari menyimpan buku-buku terlalu lama di dalam kotak kardus. Banyak kotak kardus mengandung asam (acid). Asam dari kotak kardus itu bisa pindah ke buku. Akibatnya, buku kita bisa berubah warna jadi kekuning-kuningan. Alternatif yang bijaksana adalah menggunakan suatu wadah plastik yang kedap udara.

TIPS:
  • gunakan wadah plastik yang transparan, agar Anda bisa melihat isinya
  • gunakan wadah plastik dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan usahakan agar ukurannya sama, agar memudahkan Anda dalam menyusunnya
  • beri label (tanggal dan klasifikasi)
  • gunakan wadah plastik yang bisa dikunci dan kedap udara
  • beri silica gel (gantilah silica gel secara berkala)

Sekarang banyak yang memanfaatkan kardus untuk menjadi tempat penyimpanan salah satunya untuk menyimpan buku dengan cara melapisi sisi-sisi kardus dengan kertas kado dan sejenisnya. Mungkin ini bisa menyiasati kandungan asam yang terdapat di kardus. Jadi, kalau mau coba silahkan 😊


17. Jangan mencampur buku yang sudah terkena rayap/jamur dengan buku yang 'sehat'
Hal ini karena buku yang sudah terinfeksi bisa menular ke buku lain.
Karena itu selalu periksa buku anda setiap 1 atau 2 bulan. Dan segera pisahkan buku yang telah terkena rayap atau jamur di tempat khusus.


Gak cuma penyakit yang bisa menular dikalangan manusia ataupun binatang, jamur pun demikian pada buku, ckckck
18. Jangan memberi pestisida pada buku
Jangan pernah melakukannya!
Serangga mungkin akan pergi jauh-jauh. Tapi buku dan mata anda akan rusak.

19. Perlakukan buku tua (langka) dengan khusus
Buku langka yang tua (berpuluh-puluh sampai ratusan tahun) memiliki cacat yang sering ditemukan.
Yaitu halaman yang sering menempel satu dengan yang lain.

Solusinya adalah dengan merendam kertas yang lengket di air selama setengah jam dan angin-anginkan sampai kering.



Naaah, itu dia beberapa tips yang sudah saya mix and match dari beberapa artikel.. Semoga bermanfaat yaa buat temans 😄
Salam sayang buat buku-buku kalian..