Aku merasa tersesat dikeramaian kota
Terbengkalai dalam istana yang megah nan indah
Terjerumus kedalam sumur yang dalam dan gelap
Hampa ditengah kemegahan dan sangat jauh dari rumah
Namunku selalu mendapat setitik cahaya ditengah kegelapan
Ada lambaian tangan yang menyapa
Tangan itu terjulur dan memberi ketenangan
Seolah dengan-Nya aku dapat pulang dengan tenang
Aku tak ingin kehilangan cahaya itu, yang menjadi tumpuanku berjalan
Tak ingin ku abaikan, lambaian demi lambaian, yang memberiku harapan
Tak mau aku lepaskan tangan itu, yang menuntunku kembali pulang.
Ya Allah..
Berkali-kali aku jatuh, berkali-kali pula Engkau mengangkatku
Seseringnya aku tersesat, sesering itu pula Kau meluruskanku
Sebanyak apapun aku berbelok, sebanyak itu pun Engkau menunjukkanku jalan yang benar
Sungguh besar kasih dan sayang-Mu terhadap hamba
Maha Penyayang dan Maha Pengasih, itulah Engkau adanya
Tak terkelakkan segala hal yang hanya Engkau saja yang memilikinya
Maka pastilah Engkau disebut Allah Maha Esa!
Maka benarlah Engkau disebut Allah tiada bandingan-Nya.
Ya Allah terima kasih..
Atas segala yang Kau beri untukku
Ya Allah terima kasih..
Untuk semua hal yang Kau tentukkan untukku
Ya Allah tetaplah..
Tetaplah memenuhi hatiku,
Tetaplah menuntun hatiku menuju pada-Mu
Karna aku tanpa-Mu adalah bukan apa-apa
Akan tetapi diri-Mu adalah segalanya bagiku
St. Gondangdia
Jum'at, 17 April 2015
8.08 PM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar