Selasa, 25 September 2018

Tanya Diri Sendiri, Tanya Hati

Kadang suka ngerasa gitu gak sih?
Kalo semua yang kita kerjakan melibatkan Allah didalamnya pasti terasa mudah.
Jadi gak mau jauh-jauh dari Allah.
Jadi addicted sama Allah

Karna memang sebenarnya kita juga gak bakal bisa apa-apa kalau tanpa Allah
Gak bisa ini gak bisa itu kalau gak Allah kasih kemampuan

Cuman sayangnya kita suka lari gitu aja dari Allah
Padahal kan kita yang bakal rugi.
Allah rugi? Gak, Allah gak bakal rugi kehilangan kita sama sekali.
BIG NO!

Kita ruginya sampe gak ketulungan kalo ninggalin Allah, karna kita yang butuh.
Yang kecil siapa, kita apa Allah? Udah jelas kita lah.
Yang bisa segalanya, bahkan hal yang sulit bahkan ga mungkin sekalipun siapa? Kita apa Allah? Udah pasti Allah.

Sekarang ngerasa mampu tanpa Allah?
Jangan salah!
Allah mampukan kita di dunia bukan karna sayang kalo kitanya jauhin Allah
Tapi itu azab dalam kedok 'kebahagiaan dunia'
Gak mikirin ya di akhirat nanti gimana kalo kita ga deket-deket sama Allah?

Trus, mau dengerin bisikan setan buat ninggalin Allah? Trus, masih menduakan Allah sama makhluk atau hal-hal dunia?

Yakin? Bener yakin nanti setelah mati ga bakal di hidupin lagi? Yakin nanti bakal baik-baik aja kalaupun di bangkitin lagi? Pede gitu ngadepin sidangnya Allah di Yaumil akhir?

Ini jadi bahan instrospeksi bagi saya. Untuk memicu dan menguji diri sendiri. Sudahkah jadi insan yang sebenarnya? Seperti yang Allah kehendaki dan tugaskan.

Rabu, 19 September 2018

To Be Hero To Be Inspiring

Haloo temannss,

Sudah lama ndak posting euy, hehe

Kali ini aku mau posting Social Project komunitas aku yang ke-7. Oiya, btw, sedikit untuk perkenalan, komunitas aku yang bernama komunitas Sahabat Inspirasi (bisa liat-liat IG-nya yaa di @sahabatinspirasiproject, jangan lupa follow dan ikutan social project-nya hihihi 😍) ini bergerak di bidang sosial, notabene kita lebih concern ke adik-adik yang nantinya insyaAllah akan jadi kepanjangan-tangannya kita semua untuk menebar kebaikan juga. Berdiri, Alhamdulillah sudah setahun lebih, tepatnya tanggal 25 April 2017, dimulai dari rasa sosial kita yang butuh penyaluran dan wadah yang tepat, insyaAllah.

Back to the topic..

Di project kali ini kita akan membangun rumah baca di salah satu sekolah swasta di kampung Gombong desa Sukamakmur, Bogor. Kenapa kita pilih sekolah ini? Karena disana adalah salah satu sekolah yang butuh bantuan kita semua untuk sama-sama membangun kembali sekolahnya. Kebetulan disana belum ada perpustakaan jadi kita mau bikin rumah baca disana yang insyaAllah akan diberi nama "Saung Pintar Sahabat Inspirasi". Berikut poster social project kita :


Pembangunan ulang sekolah MIS Nurul Ikhsan ini hasil dari swadaya masyarakat dan bantuan teman-teman lewat komunitas Gelagar Pemimpi lohhh baik dari segi dana maupun tenaga, yang akhirnya Sahabat Inspirasi berkolaborasi dengan komunitas ini, kettcceeeehhhhh 😍

Dan selama sekolah dibangun, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan di 'kelas sementara' mereka.



Inilah tempat belajar mereka selama sekolahnya di bangun, yups, sekolah mereka yakni MIS Nurul Ikhsan sedang dibangun ulang, bukan hanya di renovasi karena memang bangunan lama sudah sangat tidak layak untuk digunakan sebagai sarana belajar-mengajar, bahkan ada satu kelas yang sudah roboh saat ada angin kencang.

Naaahhh, InsyaAllah walhamdulillah pertengahan bulan depan pembangunan sekolahnya sudah selesai dan mereka sudah bisa belajar di kelas-kelas lagi, tapi mereka masih butuh bantuan kita nih temen-temen untuk menyediakan fasilitas belajar-mengajar berupa meja dan kursi untuk di setiap kelasnya.

Yuk bantu mereka dengan mendonasikan sebagian rejeki kita dengan mengikuti Project 7 Sahabat Inspirasi "To Be Hero To Be INSPIRING".

Bagi yang belum bisa ikut dan hanya ingin berdonasi saja silahkan. Untuk info lainnya sila DM langsung IG komunitas kita yaa di @sahabatinspirasiproject , daaann kalau temen-temen mau nyumbang buku-buku bacaan dan alat tulis buat mereka juga boleh, boleh bangeettt malah ☺

Semangat Berbagi Selamat Menginspirasi.
Tumbuh Bersama Untuk Bersama 😊


*PS : Berikut kondisi MIS Nurul Ikhsan sebelum di bongkar dan saat dalam tahap pengerjaan 70% pembangunan




Sabtu, 01 September 2018

Serba Bisa

Pagi ini saya keluar rumah dengan meninggalkan cucian yang sedang di cuci di mesin cuci.

Adalah hal biasa saat saya keluar dengan meninggalkan mesin cuci yang menyala. Jadi nanti saat saya sudah kembali ke rumah, saya tinggal menjemur pakaian yang sudah di cuci. Praktis dan hemat waktu menurut saya.

Namun tidak seperti biasanya, mesin kesayangan (yang mengurangi beban pekerjaan saya dirumah) ini ngadat.

Awalnya saya tidak tahu bahwa mesinnya ngadat. Yang saya tahu saat sampai rumah, mesin dalam keadaan mati dan selang-selang sudah di tempatkan ke posisi masing-masing oleh mama, artinya pekerjaan mencuci sudah selesai tinggal menjemur.

Tapi saat saya mengambil pakaian untuk ditempatkan di keranjang, ternyata masih banyak air di pakaiannya yang menetes dan menandakan proses mencuci belum selesai.

Saat saya menanyakan hal tersebut Mama hanya bilang bahwa tadi mesin cuci nya sudah bunyi, jadi Mama mematikan aliran air dan mengangkat selang-selang.

Memang tidak salah, karena jika proses mencuci telah selesai biasanya akan ada bunyi dari mesin, suara tut tut tut berbunyi 3x disertai matinya mesin otomatis.

Nah, mungkin pada kasus ini Mama kurang ngeh bahwa bunyinya bukan hanya 3x, melainkan pasti berkali-kali dan mesin tidak mati secara otomatis. Tapi karena Mama kurang paham dan tidak terlalu memperhatikan jadi beliau hanya melakukan prosedur biasanya.

Singkat cerita saya melakukan proses pengurasan air dan pengeringan pakaian yang nantinya setelah selesai jadi setengah kering. Air memang keluar tapi mesin dalamnya tidak berputar. Saat saya coba putar secara manual -karna biasanya bisa- ternyata tidak bisa. Akhirnya saya melihat sekeliling dalam mesin cuci, dibantu penerangan dari senter HP saya mengintip kanan kiri depan belakang bagian tengah antara rangka dan 'bak' mesin cuci. Dugaan saya ada yang tersangkut dibawah sana.

Benar saja, terlihat ada dua lembar pakaian yang tergeletak didalam sana. Saya coba raih dengan tangan dan pasti tidak bisa karna celahnya sempit dan tangan selangsing apapun tidak akan muat. Akhirnya saya mencari-cari obeng, pasti kakak ipar saya punya, karna saya jelas tidak punya hehe

Saya dapat obeng gepeng kecil, satu baut sudah terbuka. Tapi saat mencoba membuka baut satunya tidak bisa, terlalu kecil obengnya dan posisinya sedikit sulit. Saya cari-cari lagi siapa tahu ada obeng yang lebih besar, Alhamdulillah dapat. Dan kali ini obeng besar dengan bentuk 'kembang'.

Setelah selesai saya buka bagian atasnya dan berhasil mengambil 2 lembar pakaian yang tadi terlihat menyangkut dibantu dengan capitan yang biasa dipakai untuk memasak haha, dua-duanya adalah pakaian Uno yang kecil dan imut. Saya tutup kembali bagian mesin cuci yang saya buka dan pasangkan kembali baut-bautnya seperti semula.

Eehhhhh, mesin masih tetap tidak mau berputar. Akhirnya saya bongkar kembali dan ternyata masih ada satu lembar pakaian yang masih ada di dalam, tergeletak pula. Mereka menghalangi laju perputaran bak mesin, hufffttt.

Percobaan terakhir dengan baut yang belum dipasangkan ulang, dan akhirnya memutuskan untuk mengulang seluruh proses mencuci dari awal, tapi hanya dengan 1x pengisian air.

Dan, Alhamdulillah, mesin cucinya menari-nari indah berputar-putar didalam rangkanya (hahaha maafkan lebayπŸ˜‚).

Memang hasil tidak pernah mengkhianati proses 😊
Tinggal memasangkan kembali baut-baut sesuai tempatnya. And done!πŸ˜„

Intinya, jadi perempuan itu sungguh luar biasa, karna kita memang harus serba bisa, apalagi saat tidak ada laki-laki dirumah πŸ˜„. Bersyukur di berikan akal dan anggota tubuh lainnya yang berfungsi dengan baik sama AllahπŸ˜‡

Bukankah kita patut untuk bersyukur?πŸ˜‰

NB : psst, hari ini resmi challenge-nya sudah tidak berlaku karna sudah ganti bulan hihihi
Dan resmi pula tidak bisa memenuhi Chellenge yang harusnya minimal sehari menulis satu tulisan.
Walau demikian, semoga kita tetap terus bisa produktif yaa kak Rara & kak Ninis.. dan bisa menebar kebaikan sebanyak-banyaknya, Aamiin πŸ™†πŸ™
See ya πŸ™‹