Rabu, 24 April 2013

Our Nights with the Stars *



Sekitar 4 atau 5 tahun lalu, antara usia 14 dan 15, saat kelas VIII atau kelas IX sekolah menengah pertama (SMP), malam-malam kita menjadi begitu berharga dan menjadi aktifitas yang membuatku rindu. Ingin rasanya kembali ke masa itu, atau sekedar mengulanginya kembali, hmmmm..

Aku masih ingat bagaimana kita mempersiapkan malam kita sore itu.. Dengan membelia 2 batang lilin, kalau tidak salah harganya masih Rp. 500,- / batangnya, hihihi lucu sekali. Dua lilin itu akan menjadi penerang kita disetiap malamnya, oh, dan tak lupa korek api batangannya satu.. Korek itu akan awet mungkin lebih dari satu minggu, namun untuk lilinnya mungkin hanya bertahan sampai hari ke tiga, itu pun kalau kita beruntung, hehe..

Aku juga masih ingat seharian kita sibu membersihkan balkon atap rumahku dari debu dan dari dedaunan yang berada disekitarnya.. Yang sulit adalah saat sampah telah terkumpul, kita harus memindahkannya ke karung goni. Tentu tidak akan sulit untuk memindahkan dedaunan, namun debu dan serbuk bunga yang akan menjadi buah dari pohon mangga itu yang sulit. Jika masih menggunung tentu mudah mengambilnya, tapi jika sudah tinggal sisa-sisanya saja maka kita akan menyapukannya ke saluran air hujan yang menuju ke bawah rumahku..

Setelah balkon bersih maka kita lanjut ke rumahmu untuk mengambil tikar yang sudah terbagi menjadi dua, meski sudah tidak bagus namun masih bisa digunakan dan memang sangat bermanfaat bagi kita. Terlebih dahulu kita meminta izin kepada mamamu yang tak lain adalah bibiku, dan syukurlah dia memperbolehkannya. Hanya saja dia terlihat heran saat kita menjawab pertanyaannya tentang untuk apa tikar itu? hehehehe

Semua berjalan lancar, kita pun memberihkan badan kita setelah seharian bermandikan keringat memberishkan balkon. Oh ya, pasti teman-teman yang membaca cerita kita terheran-heran bagaimana cara kita naik ke atas balkon yang menjadi bagian atap rumahku, walau tak terlalu luas -mungkin hanya sekitar satu meter, dan panjangnya sepanjaaang, yaa sepanjang rumahku bagian depan..

Ayo katakan. bagai mana kita bisa mencapai balkon yang pastinya tinggi itu, mungkin sekitar 2.5 meter atau 3 meter?? Hmm, entahlah berapa tingginya... Oke, akan ku beritahu. Kami berdua naik kesana lewat pohon mangga yang ada di pekarangan samping rumahku. Setiap orang yang akan naik kesana memang selalu naik pohon itu selain menggunakan tangga yang terbuat dari bambu tentunya, that is a handmade ladder, you know! Walau tentu bukan kami yang membuatnya hehehe..

Siang berganti malam, dan waktu pun berlalu dengan seluruh persiapan yang kami lakukan, akhirnya langit telah gelap gulita dan mulailah bermunculan bintang yang gemerlap mengangkasa. Sekita jam 18.30 WIB langit sudah gelap memang, dan bintang sudah dapat terlihat sedikit demi sedikit dan kemudian bertambah banyak banyak dan baaannnnyyyaaakkkk sekali.. (rasanya seperti sedang melihatnya langsung, indah sekali! subhanallah walhamdulillah :D)

Setelah shalat maghrib kamu langsung kerumahku, atau aku yang menjemput kerumahmu.. Kemudian kita mengambil tikar, bantal, korek api dan lilin yang sudah kita siapkan dirumahku (itu adalah benda-benda yang menjadi perlengkapan kita sehari-hari dikemudian harinya), kemudian kita mulai memanjat pohon satu persatu dengan saling mengoper perlengkepan kita. Setelah sampai di sudut balkon sebelah barat kita mulai menyalakan lilin dan meletakkannya tak jauh dari tempat kita menggelar tikar dan kemudian menaruh bantal di atasnya. ^_^
Segala sesuatunya sudah rapih dan kita mulai merebahkan badan kita mengahadap langit, kemudian kita mulai bercerita dan berimajinasi. Terkadang rasi-rasi bintang terlihat jelas dan rasi-rasi bintang yang kita bentuk sendiripun begitu indah dan lucu-lucu hahahaha

Ingatkah? Jika kamu menemukan bentuk rasi yang kamu ciptakan sendiri maka kamu akan mencoba memperlihatkannya kepadaku, begitupun aku sebaliknya.. Ramai sekali saat kita mencoba mengarahkan satu sama lain untuk melihat rasi bintang yang kita buat, hihihihi... Kegiatan ini kami namakan "berkemah", namun bukan berkemah seperti arti harfiahnya, ini hanya istilah yang kita gunakan untuk melihat bintang... (uuu, aku jadi kaaannnngggeeennn sekali sampai berkaca-kaca *_* hehehe).


Terkadang sekilas aku sering melihat seperti ada cahaya yang jatuh, aku terkaget dan menanyakan padamu pernahakn kamu melihat seperti ada cahaya yang jatuh? Awal mulanya kamu menjawab tidak tapi tak lama kemudian kamu bilang "eh iya, tadi aku ngeliat tapi kecil". Entah itu bintang jatuh atau hanya seberkas torehan cahaya yang terlihat oleh kita yang berasal dari dua buah benda langit yang saling bertabrakan di langit nan jauh disana.. Lama kelamaan kita sering melihatnya, bahkan adakalanya kita melihat "bintang jatuh" itu bersamaan :)...

Oh iya, teman-teman pembaca pasti ingin tahu juga bagaimana asal ceritanya kita bisa melakukan aktifitas ini. Berangkat dari hobi kami manjat pohon (eits, jangan samakan sama monkey yaa, awas loh!), suatu malam kami naik ke balkon untuk sekedar main-main dan sambil cerita-cerita (biasa deehhh, the girls), kemudian aku iseng menaiki genting yang tersusun rapih itu yang menaungi rumahku agar tidak kehujanan, kepanasan dan keanginan (?). Dia merasa heran untuk apa aku naik keatas, dan aku yang memang -bisa dikatakan- dari kecil menyukai bintang menaiki genting rumahku untuk melihatnya. Sekalin naik aku fikir hohohoho.. Kemudian diapun mengikutiku setelah aku sampaikan niatku melihat bintang ditempat yang lebih tinggi lagi dari balkon, setelah sampai dipuncak kami pun duduk-duduk berdua (rasanya pegal duduk dipuncak segitiga atap rumah, asal kalian tahu saja), dan mulailah kami berimajinasi seperti yang kami lakukan saat "berkemah". Bedanya kami kesakitan karena duduk disana dan pegal menengadahkan dagu kami ke angkasa.

Namun itu tak mengurangi rasa senang kami melihat bintang-bintang yang indah itu, nah, dari sanalah kami membuat gagasan untuk "berkemah" ini, lebih baikkan daripada bersakit-sakitan duduk diatas atap dan berpegal-pegalan menengadahkan dagu??.. hihihihi, sekarang sudah tahu kan?? :D

Di malam-malam berikutnya kami membawa cemilan dan kain sarung karna udara malam yang dingin menusuk tulang. Terkadang kami menggotong tangga bambu milik paman kami untuk naik ke balkon, dan tak jarang kakak dan adikku, adiknya dan saudara kami yang lain ikut naik.. Acara "berkemah" kami pun jadi ramai, namun intinya tetaplah kami bersenang-senang... (happyyyyyyy ^_^ )

Sekarang, hari-hari telah berlalu menjadi minggu, minggu berubah menjadi bulan dan bulan pun berganti tahun... Hmmm, setelah kami lulus SMP "berkemah" pun tak kami lakukan lagi karena kami harus terpisah saat melanjutakan sekolah ke jenjang berikutnya yakni SMK. Karena aku akan disekolahkan ditempat perantauan kedua orang tuaku dan tempat tetehku menimba ilmu maka kamipun berpisah (tidak untuk selamanya, alhamdulillah). Dan disinilah aku menuntut ilmu selanjutnya, Jakarta sang Ibu Kota Negara..

Sesekali kami melakukannya lagi -naik ke balkon malam-malam, namun tidak "berkemah" lagi. Hanya sekedar main-main disana sambil cerita-cerita (again yaaa, the girls hehehe).. Itu pun saat aku ada dirumah, kampung halamanku yang tak terlupakan.

Sekarang, setelah lulus SMK kami kembali bersama lagi.. The "Sunflower" back together.. (hey hey, ingatkaann pastinya sama "Sunflower"??)
Setelah lulus dia melanjutkan kuliah di Ibu Kota jadi kami bersama lagi, walau kami kuliah di tempat yang berbeda. Dan "berkemah" pun sulit untuk dilakukan disini, mengingat jarang sekali bintang-bintang terlihat karena mereka tertutup awan kotor yang terbentuk dari polusi, hmmm :(

Saat kita mudik nanti, kita lakukan itu lagi yuk Lia? Sepupuku, saudaraku, my lovely best friend ^_^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ku haturkan Alhamdulillahi, rasa syukurku kepada Allah SWT atas nikmat yang telah Allah berikan padaku.. Love Allah :* ^_^
Salam hangatku untuk keluarga besar di Cirebon dan Bogor sana, semoga kalian sehat selalu dan dalam naungan kasih sayang Allah SWT. Barakallahu my big family :* ^_^

Senin, 01 April 2013

Wahai Adik-adikku, Adik-adik Kami



Assalamu'alaikum wr wb..

Tulisan ini kubuat atas dasar kemau-anku dalam memajukan dakwahku- dakwah kita bersama dalam ruang liangkup sekolah, yakni Rohis.
Tulisan ini kubuat atas dasar keinginan kita bersama, satu angkatanku, para anggota Rohis yang kini telah menjadi alumni Rohis.
Yang tak ingin lepas begitu saja walau sudah bukan menjadi tugas kami..
Yang tetap ingin berjuang membangun Rohis kita yang tengah luka dan meradang..

Tulisan ini kubuat atas dasar kekecewaanku, kekecewaan kami pada kalian, adik-adikku, adik-adik kami..
Tulisan ini kubuat atas kebimbangan kami dalam menghadapi kalian, saudara-saudari yang kami sayangi..
Atas tindak-tanduk kalian yang entah semestinya atau tidak..
Atas respon kalian terhadap niat baik kami untuk memajukan organisasi kita bersama, jalan dakwah kita bersama..

Aku sangat ingin bertanya, apa yang kalian inginkan sebenarnya untuk rumah kita ini?
Aku sangat ingin tahu apa yang ada dihati dan pikiran kalian?
Aku sangat ingin tahu apa yang harus kita lakukang untuk menghadapi kalian lagi? Untuk menyikapi sikap kalian lagi?
Setelah dengan cara baik, halus, lembut, menurut, merespon, mendukung, menyemangati bahkan membantu kalian yang telah kami lakukan..

Apakah cara kami terlalu lembut atau terlalu kasar?
Apakah kami terlalu mencampuri ataukah terlalu lepas tangan?
Apakah kalian tidak ingin memperjuangkan Rohis kita?
Kalau ingin, mengapa kalian terlihat begitu tak bersemangat? Tak bergairah untuk membangunnya?
Apa, apa dan apa?
Semua rasa berkecamuk dalam hatiku, aku sedih... Kami sedih...
Kami bingung, apa yang harus kami lakukan?

Kalian bilang tidak mau begini, kami menuruti..
Kalian bilang kalian belum mampu, baik kami beri kalian waktu dan bimbingan semampu kami..
Kalian bertanya dan meminta pendapat akan masalah kalian bersama, kami jawab dan bantu berpikir untuk memecahkannya bersama..
Masalah kalian dalam Rohis adalah masalah kami, suka dan duka yang ada dalam organisasi ini adalah suka duka kita bersama..
 
Bukan maksudku mengungkit tentang apa yang telah kami lakukan untuk kalian dan organisasi ini,
Bukan pula ku bermaksud untuk menyinggung, memojokkan apalagi menyalahkan kalian,

Hanya saja, aku ingin kalain memberitahukan kami apa yang harus kami perbuat untuk kalian?

Adik-adikku, adik-adik kami, harus kalian tahu kami sayang pada kalian dan cinta pada jalan dakwah ini..
Itu mengapa kami terus berpikir dan berusaha untuk terus dalam jalinan silaturahim yang kental dengan kalian, dengan segala keterbatasan yang kami miliki..

Kami ingin kalian dan organisasi kita sukses dan terus maju, agar kalian tidak meneruskan apa yang telah kami tinggalkan dulu..
Pekerjaan yang kami ingin mulai namun belum sepenuhnya kami memulainya, sehingga membuahkan penyesalan dalam hati kami..

Mengapa dulu kita tidak memulainya? Mengapa dulu kita tidak melakukan ini dan itu?
Mengapa? Itu yang terus menggelayut dalam benak kami..
Kami belum melakukan apa-apa untuk Rohis kita, maka kami ingin memulainya dengan kalian..
Memulainya bersama-sama dengan kalian...

Tahukah kalian?
Kami telah ada pada titik "menyerah", ingin rasanya "lepas tangan" mengurusi kalian..
Kami merasa kecewa, sedih, marah pada kalian!
Tapi kami mencoba berpikir bahwa mungkin cara kamilah yang salah,
Mungkin kami terlalu memaksakan kehendak kami..
Mungkin kami belum mencoba untuk menanyakan dan mempertimbangkan bagaimana perasaan kalian, mampukah kalian, atau sekedar bertanya apa yang ingin kalian lakukan..

Maafkan aku adik-adikku, maafkan kami kami,
Atas didikan kami yang telalu lemah atau mungkin terlalu keras pada kalian selama kami menjadi senior kalian di Rohis,
Sehingga membuat kalian seperti ini, sehingga menciptakan aura yang tak seharusnya ada dalam organisasi kita..
Maafkan kami atas kesalahan yang telah kami perbuat, mungkin secara tidak sadar atau bahkan parahnya secara sadar kami..
Maafkan kami yang tak sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah yang jiwa kami ada pada genggaman-Nya..
Maka dari itu bantulah kami, bantulah kami... 
Tujuan kami satu, mengajak pada kebaikan yang di ridhoi-Nya..

Semoga kita menjadi saudara seiman yang diberi keberuntungan oleh Sang Maha Pemberi Keberuntungan,
Semoga kita selalu istiqomah dalam jalan dakwah ini
Semoga langkah kita, jalan dakwah ini di ridhoi-Nya,
Semoga kita selalu ada dalam naungan kasih sayang Allah SWT,
Semoga kita menjadi umat Rasulullah yang diberi kesempatan untuk berjuang dalam ranah dakwah menjunjung agama yang benar ini, agama Allah SWT.
Semoga kita termasuk umat Rasulullah yang kelak diberi syafaat beliau pada hari akhir..

Kami sayang kalian, dan kami cinta jalan dakwah ini..
Bertemu dalam ketaan bersatu dalam perjuangan!
Salam ukhuwah Islamiah dan salam dakwah!

Tertanda,
Kiki Tungki Aryani dan kakak-kakak kalain...

Wassalamu'alaikum wr wb..