Bismillahirahmanirahim
Assalamu'alaykum warrohmatullahi wabarrokatuh...
Assalamu'alaykum warrohmatullahi wabarrokatuh...
Pernahkah kalian, sahabatku, merasakan hati -segumpal darah yang terdapat dalam tubuh ini- sungguh gundah,
resah dengan segudang perasaan yang tidak menentu? Terasa kering dan tak hidup?
Tahukah
kalian? Hati pun perlu diberi "makan", tidak hanya tubuh kita yang
perlu makan. Begitu pula dengan otak, ia pun butuh "makan".
Hati, otak dan tubuh kita memerlukan asupan berupa "makanan", hanya makanan yang mereka perlukan berbeda.
Hati, otak dan tubuh kita memerlukan asupan berupa "makanan", hanya makanan yang mereka perlukan berbeda.
Adakah yang tahu apakah makanan hati, otak dan tubuh kita?
Jika
ditanya mengenai "makanan"
tubuh kita semua pasti telah sanggaaatt paham, bahwa tubuh kita
memerlukan energi yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi
sehari-hari untuk menjalani aktifitas kita yang pasti berbeda-beda.
Semakin banyak aktifitas kita semakin besar pula kebutuhan
kita akan energi yang menjadi penopangnya.
Dan sahabat semua pastilah tahu apa makanan yang diperlukan tubuh, seperti nasi yang merupakan makanan pokok kita (orang timur) dengan lauk-pauk pelengkapnya.. Tidak hanya makanan yang dapat kita konsumsi, tubuh kita pun memerlukan "makanan" berupa sinar matahari yang menyehatkan. Dibawah ini beberapa manfaat Sinar matahari, antara lain :
1. Sumber VItamin D
Dalam sinar matahari mengandung sinar yang namanya ultraviolet. Nah pada saat kita berjemur, sinar ini disaring oleh kulit, dan sinar ini merubah simpanan kolesterol di kulit menjadi vitamin D. Kalau kita menerima sinar matahari selama 5 meint saja, itu sama dengan memberikan 400 unit vitamin D pada tubuh.
2. Meredam Kolesterol Darah.
Hal ini bisa terlihat dari derasnya keringat bila kita berjemur di bawah sinar matahari. Seolah semua penyakit yang diderita keluar. Setelah kolesterol yang ada di bawah kulit tadi dirubah menjadi vitamin D, otak dan tubuh akan memberikan sinyal kepada kolesterol untuk keluar dari darah menuju kulit. Sehingga kolesterol pun ikut teredam karenanya.
3. Membunuh Bakteri.
Sinar matahari juga mampu membunuh bakteri penyakit, virus dan juga jamur. Biasanya terapi sinar matahari ini diberikan kepada penderita TBC, erysipelas, pneumonia, mumps dan asma. Beberapa virus penyebab kanker juga dapat dibinasakan oleh sinar ultraviolet ini.
4. Mengurangi Gula Darah.
Gula darah berhubungan dengan penyakit kencing manis atau diabetes mellitus. Sinar matahari adalah insulin alami yang memberikan kemudahan penyerapan glukosa untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh. Hal inilah yang merangsang tubuh untuk mengubah gula menjadi glycogen yang kemudian disimpan di hati dan otot.
5. Kesehatan Pernafasan.
Peningkatan kapasitas darah untuk membawa oksigen dan menyalurkannya ke jaringan-jaringan tubuh. Sinar matahari mampu meningkatkan jumlah gkikogen yang otomatis juga akan memberikan kebugaran pernafasan.
6. Membentuk dan Memperbaiki Tulang.
Dengan meningkatnya vitamin D dalam tubuh karena paparan sinar matahari dapat meningkatkan penyerapan kalsium. Kondisi inilah yang dapat membentuk dan memperbaiki tulang.
7. Meningkatkan Kekebalan.
Pada saat kita terkena sinar matahari, maka akan terjadi penambahan sel darah putih, terutama limfosit yang berguna untuk melawan penyakit, dan otomatis antibodi pun akan ikut meningkat.
Nah,
banyak sekali manfaat yang bisa tubuh kita dapat dari sinar matahari.
maka dari itu, setidaknya luangkan waktu
selama 30 menit saja untuk dapat menikmati panasnya sinar matahari dan
lebih baik dilakukan pada pagi hari untuk mendapatkan hasil yang
optimal. Pada sebagian orang merasakan tubuh akan terasa lemas apabila
tidak terkena sinar matahari pagi.
Kemudian, adakah yang tahu apakah "makanan" untuk otak kita itu?
"Makanan" yang diperlukan oleh otak kita adalah ILMU.
Ya! Ilmu pengetahuan itu merupakan "makanan" yang sangat penting bagi diri kita, tidak kalah penting dengan makanan yang diperlukan oleh tubuh.
Dengan memiliki ilmu kita akan memperoleh wawasan yang luas tentang berbagai hal, karena ilmu tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dan ilmu ada dalam berbagai aspek kehidupan kita.
Namun ilmu pengetahuan umum yang kita miliki harus berimbang dengan ilmu agama yang masing-masing kita anut. Agar terjadinya keseimbangan dalam kehidupan dunia pada saat ini dan kehidupan akhirat kelak..
Ya! Ilmu pengetahuan itu merupakan "makanan" yang sangat penting bagi diri kita, tidak kalah penting dengan makanan yang diperlukan oleh tubuh.
Dengan memiliki ilmu kita akan memperoleh wawasan yang luas tentang berbagai hal, karena ilmu tidak terbatas oleh ruang dan waktu, dan ilmu ada dalam berbagai aspek kehidupan kita.
Namun ilmu pengetahuan umum yang kita miliki harus berimbang dengan ilmu agama yang masing-masing kita anut. Agar terjadinya keseimbangan dalam kehidupan dunia pada saat ini dan kehidupan akhirat kelak..
Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu.
"Makanan" untuk hati kita. Apakah itu?
"Makanan"
untuk hati kita adalah hubungan spiritual kita dengan Sang Maha
Pencipta, Allah SWT. (Karena saya beragama Islam maka saya menyangkutkan
dengan agama
saya).
Saat hati kita terasa kering dan gersang, seolah tanah yang tandus dan tidak dapat kita tanami dengan tumbuhan-tumbuhan yang menyejukkan. Maka pada saat itu kita perlu waspada akan terjadinya hati yang "mati". Kurang respeknya kita terhadap hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama manusia (hablumminallah wa hablumminannas {Ali Imron : 112}), tidak adanya rasa bersalah saat melakukan maksiat, hati merasa biasa saja apabila meninggalkan kewajiban 5 waktu kita, dan melakukan perbuatan dosa lainnya itu merupakan tanda-tanda "mati"nya hati.
Saat hati kita terasa kering dan gersang, seolah tanah yang tandus dan tidak dapat kita tanami dengan tumbuhan-tumbuhan yang menyejukkan. Maka pada saat itu kita perlu waspada akan terjadinya hati yang "mati". Kurang respeknya kita terhadap hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama manusia (hablumminallah wa hablumminannas {Ali Imron : 112}), tidak adanya rasa bersalah saat melakukan maksiat, hati merasa biasa saja apabila meninggalkan kewajiban 5 waktu kita, dan melakukan perbuatan dosa lainnya itu merupakan tanda-tanda "mati"nya hati.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-Sedikit ulasan mengenai Hablumminallah dan Hablumminannas-
Hablumminallah (Tali DARI Allah) biasanya di
masyarakat kebanyakan berubah artinya menjadi
"hubungan kepada Allah". Hablumminallah, tali sebagaimana fungsinya adalah untuk mengikat & menarik, yang mana tali ini adalah tali yang ujungnya dari Allah. Secara umum dan ringkas, itulah keimanan. Yang mana faktor/komponen itulah yang mengikat & menarik kita.
Hablumminannas (Tali dari para manusia).
Singkatnya, wujud/bentuk konkrit dari iman adalah
adanya "ikatan sesama manusia" yg memegang keimanan.
Hablumminallah & hablumminannas, adalah satu paket
kesatuan yang tidak bisa dipisah, sebagaimana dalam Ali
Imron 112 tersebut, dan juga sebagaimana dalam dua kalimat
syahadat.
-Sedikit ulasan mengenai Hablumminallah dan Hablumminannas-
Hablumminallah (Tali DARI Allah) biasanya di
masyarakat kebanyakan berubah artinya menjadi
"hubungan kepada Allah". Hablumminallah, tali sebagaimana fungsinya adalah untuk mengikat & menarik, yang mana tali ini adalah tali yang ujungnya dari Allah. Secara umum dan ringkas, itulah keimanan. Yang mana faktor/komponen itulah yang mengikat & menarik kita.
Hablumminannas (Tali dari para manusia).
Singkatnya, wujud/bentuk konkrit dari iman adalah
adanya "ikatan sesama manusia" yg memegang keimanan.
Hablumminallah & hablumminannas, adalah satu paket
kesatuan yang tidak bisa dipisah, sebagaimana dalam Ali
Imron 112 tersebut, dan juga sebagaimana dalam dua kalimat
syahadat.
Flow sederhananya mungkin seperti ini:
Iman kepada Allah ya mengikuti semua kehendak Allah.
Kehendak Allah (yg untuk manusia) ada di Firman Allah
yakni Al-Quran.
Mengikuti ketentuan Al-Quran = iman kpd Allah.
Dan utk bisa melaksanakan ketentuan Al-Quran,
dibutuhkan;
sarana-prasarana, infrastruktur, otoritas, dst, yg
semuanya itu ada ditangan "ikhtiar" manusia.
Sebagaimana yg dicontohkan Rasulullah Nabi Muhammad
SAW.
Maka mengimani Allah, tidak lepas dari "memegang"
kebersamaan manusia (Umat Islam).
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Iman kepada Allah ya mengikuti semua kehendak Allah.
Kehendak Allah (yg untuk manusia) ada di Firman Allah
yakni Al-Quran.
Mengikuti ketentuan Al-Quran = iman kpd Allah.
Dan utk bisa melaksanakan ketentuan Al-Quran,
dibutuhkan;
sarana-prasarana, infrastruktur, otoritas, dst, yg
semuanya itu ada ditangan "ikhtiar" manusia.
Sebagaimana yg dicontohkan Rasulullah Nabi Muhammad
SAW.
Maka mengimani Allah, tidak lepas dari "memegang"
kebersamaan manusia (Umat Islam).
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Maka
untuk "menghidupakan"
hati yang "mati", yang pertama kali kita perlu lakukan adalah bersegera
mengintropeksi (muhasabah) diri, sekiranya apa-apa yang menjadi
penyebab "mati"nya hati ini kita perbaiki. Kemudian kita perlu
meningkatkan intensitas pendekatan kita kepada Allah SWT.
Seberapa dekatkah kita dengan Sang Pencipta yang Maha Rohman dan Maha
Rohim ini?
"Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahmaan : 13)
Langkah selanjutnya adalah memperbanyak membaca Al-Qur'an dan terjemahannya untuk membantu kita memahami "surat cinta" yang telah Allah SWt berikan kepada ummat Nabi Muhammad SAW. Apabila pada saat kita membaca Al-Qur'an tiba-tiba saja air mata kita keluar (menangis), maka artinya hati kita menemukan kedamaiannya. Penyakit-penyakit hati yang ada dalam diri kita (insya Allah) ikut dibersihkan. Dan apabila itu (menangis) terjadi maka lanjutkanlah membaca Kalam-Nya. Dan usahakan agar kita tetap continue membacanya setiap hari. Sedikit namun tetap berlanjut lebih disukai Allah SWT dari pada banyak namun hanya pada saat itu saja.
"Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahmaan : 13)
Langkah selanjutnya adalah memperbanyak membaca Al-Qur'an dan terjemahannya untuk membantu kita memahami "surat cinta" yang telah Allah SWt berikan kepada ummat Nabi Muhammad SAW. Apabila pada saat kita membaca Al-Qur'an tiba-tiba saja air mata kita keluar (menangis), maka artinya hati kita menemukan kedamaiannya. Penyakit-penyakit hati yang ada dalam diri kita (insya Allah) ikut dibersihkan. Dan apabila itu (menangis) terjadi maka lanjutkanlah membaca Kalam-Nya. Dan usahakan agar kita tetap continue membacanya setiap hari. Sedikit namun tetap berlanjut lebih disukai Allah SWT dari pada banyak namun hanya pada saat itu saja.
Huallahu’alam bissawab
Yang benar datangnya dari Allah SWT dan kesahalan datangnya dari diri saya sendiri.
~ Semoga bermanfaat ^_^ ~
Subhaanakallaahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika..
Wa'afhuminkum, wassalamu'alaykum warrohmatullahi wabarrokatuh..
Yang benar datangnya dari Allah SWT dan kesahalan datangnya dari diri saya sendiri.
~ Semoga bermanfaat ^_^ ~
Subhaanakallaahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika..
Wa'afhuminkum, wassalamu'alaykum warrohmatullahi wabarrokatuh..
Referensi
:
http://obatsakit2011.blogspot.com/2011/09/manfaat-sinar-matahari-bagi-tubuh.html
Al-Qur'an online
http://obatsakit2011.blogspot.com/2011/09/manfaat-sinar-matahari-bagi-tubuh.html
Al-Qur'an online