Sabtu, 04 Desember 2021

#DiRumahAjaDulu

Hai temansss..

Apa kabar nih? Aku sih lagi loyo..
Bukan loyo karna sakit, tapi emang lagi tak bersemangat buat ngapa-ngapain
Dan aseli! Ini tuh menyedihkan, banget.

Gimana nggak?
Saat lagi 'loyo' gini, hati bawaannya sediiihhh aja, galau, gak tau mau ngapain.
Yang ada malah makin down.

Pada dasarnya sih, ini di picu oleh 'kelamaan WFH' alias Work From Home yang lagi diberlakukan hampir se-Indonesia raya karena lagi pandemik wabah Corona. Semoga Allah segera angkat wabah ini, Aamiin

Karna kelamaan WFH jadi gak banyak aktifitas yang dilakukan, apalagi di rumah.. yah walaupun kata sebagian orang kerjaan dirumah itu ga ada habisnya, terutama yang dirumahnya ada anak kecil. Jadi, karna aktifitas yang monoton, atau memang karna aku-nya yang gak kreatif sih bikin kegiatan dirumah wkwk, jadi sekarang sudah jenuuuhh, subhanallah T-T. Tapi jangankan kita, anak kecil pun yang apa aja bisa dibawa main, yang sekarang sekolahnya dirumahkan juga, sudah mulai jenuh loh di fase ini. Kurang lebih sudah sebulan berarti. Semoga Ramadhan datang kita bisa taraweh bareng di mushola atau masjid seperti tahun-tahun sebelumnya yaa.. (Aamiin)

Emang sih, aktifitas di kantor juga kadang bikin jenuh, tapi nggak secepat ini. Hanya dalam kurun waktu satu bulan sudah bosen, udah jenuh, udah hhhhh, tapi lebih baik aktif ngantor daripada dirumah. Mungkin ini efek terbiasa ke luar rumah buat kerja kali ya, jadi mendem terus dirumah cepet ketemu titik jenuhnya. Se-enggaknya, di kantor, walau kerjaan notabene sama itu itu aja, tapi ada hal pasti yang dilakuin, yaitu keluar rumah ganti atmosfir, ganti suasana dari rumah ke kantor, bahkan waktu dalam perjalanan ke atau dari kantor pun punya point plus tersendiri buat aku -kalau sekarang dipikir semakin membekas, that was so fun!

Jadi, apa hikmahnya dari kejadian ini? Wabah yang berakhir pada WFHnya hampir semua orang menurut kalian?
Yang jelas, bukan hanya bagi manusia, ini jadi waktu bagi bumi untuk 'bernafas' dari aktifitas hariannya yang melelahkan -polusi dan lainnya. Ini juga jadi ajang kumpul keluarga, menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang-orang tercinta. Tapi tetep yaa, jangan kemana-mana dulu, dirumah aja.πŸ˜‰
Menurutku ini juga ajang untuk memupuk persaudaraan dan persatuan bermasyarakat dan bernegara sih, kita harus bersatu dan bahu-membahu untuk menuntaskan pandemik ini, bersama-sama kita bisa!

Harus banyak bersyukur, atas nikmat-nikmat sebelumnya yang Allah kasih; kita bisa beraktivitas bebas, mau kemana aja boleh, mau ketemu siapa aja bisa, mau kumpul-kumpul oke, bisa berangkat kerja, naik kendaraan umum ga dibatasi, mau keluar kota ga di interogasi, dateng ke kampung sendiri ga perlu dicurigai, daaann nikmat-nikmat lainnya yang pernah, sedang dan akan kita terima. Itu semua adalah pemberian yang indah dari Allah.

Dan terpenting, Allah mengingatkan kita -seemuuaaa, bahwa Allah yang Esa mampu melakukan apapun, membolak-balikkan; tidak hanya hati tapi juga nasib, bukan hanya individu tapi bernegara bahkan dunia dalam sekali waktu. Semoga ini jadi pelajaran dan makin membuat kita lebih dekat pada-Nya yaa, Aamiin

Sekian curhatan seorang yang lagi 'loyo'. Semoga pandemik ini segera Allah angkat dari muka bumi dan menjadikan kita manusia yang lebih baik serta lebih dekat pada-Nya. Aamiin

Stay healty and stay at home, dulu ya temansss πŸ˜‰


~Goresan pena di April 2020 🀭

Rabu, 21 Agustus 2019

Bersabarlah

Sabar..
Kesabaran itu dijalani dengan tindakan pasti dan aksi nyata
Bukan sekedar berucap sabar lalu berulah lagi

Sebentar-sebentar mengungkit
Belum ngelangkah banyak udah mundur

Sabar itu ikhlas
Keikhlasan di dalam hati yang menjalani dengan penerimaan dan perjuangan tiada henti
Jika buah sabar adalah ikhlas, maka turunan ikhlas adalah tawadhu
Dan kesemuanya melatih keimanan

Jika bibir berucap sabar namun hati enggan meredam
Maka apa jadinya kesabaran itu?
Terus dibumbui dengan hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi diri, dilakukan beramai-ramai oleh pikiran dan setan

Jika Allah berkata nanti, maka ada sebab dibalik itu yang sudah pasti baik bagi kita
Jangan terburu-buru hanya karna nafsu tak terkendali yang terus dilecut oleh musuh manusia sepanjang zaman
Sabar dan sholatlah, karna itu penolong utama; Al-Baqarah - 153 : "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Yang jika kita lulus tesnya maka kita digolongkan kedalam golongan orang-orang yang beruntung
Sesuai janji Allah dalam firman-Nya, dalam QS. 'Δ€li `Imrān - 200, yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung."

Bersabarlah dan menjadi kuatlah, karena ada Allah yang menguatkan dan ada Allah yang menyayangi hamba-Nya yang bersabar.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Perempuan Mah Suka Gitu

Haii temans..

Sebagai seorang perempuan, suka ngerasa gak sih, kalo "cewek mah suka gitu"?

Kalo lagi ada yang disuka, ngerasa dia perhatiin kita, suka curi-curi pandang ngeliatin kita. Padahal mah, emang kitanya aja yang suka merhatiin dia dan secara otomatis curi-curi pandang ke arah dia.

Dan, kadang ngerasa gak sih? Saat kita nyuri pandang ke arah dia dan dia secara 'kebetulan' lihat balik ke arah kita, dan ini berulang secara rutin dalam satu pertemuan, jadi timbul perasaan "Wah, kayaknya dia suka juga deh sama aku.."?

Padahal mah, belum tentu dia suka sama kita. Jangankan kemungkinan suka, kemungkinan sengaja liat ke arah kita aja bisa jadi ga bener. Emang dasarnya, kita aja sebagai cewek yang kadang suka kegeeran dengan hal-hal yang belum tentu benar.

Sampe disini, kamu, para perempuan cantik nan baik, suka begitu juga gak sih?πŸ˜‚

Kalo aku pribadi sih, jujur, iya. Kadang suka mengalami bahkan secara tidak sadar menjalani hal itu tiap kali suka seseorang, dan itu berulang ketika orang yang kita suka berganti, dan terus berulang.

Sampai akhirnya, aku bertemu pada satu titik yang menyadarkan bahwa sifat atau sikap tanggapan berlebihan dari tindakan orang yang kita suka ini belum tentu benar ini sungguh merugikan.

Mengapa tidak?
Hati kita yang sudah kadung lihat dia spesial, saat dia lihat balik ke arah kita aja makin seneng, apalagi saat merasa di perhatikan olehnya... duuuuhhhh, seneng bukan kepalang deh rasanya.. iya ga? Iya ya? Iya kaaannn?? 😏

Padahal! Semua prasangka itu belum tentu demikian. Ya, walau bisa jadi benar sih.. hehe

Dari sinilah, aku terus belajar untuk tidak mudah "kegeeran" atau "baperan" terhadap tindakan-tindakan -kecil maupun besar, yang dia lakukan terhadap aku. Ini bisa berujung kecewa, bahkan mungkin dalam beberapa kasus bisa mencapai kecewa kelas berat hiiiiiiii

Karna dasarnya perempuan memang mudah untuk jadi salah paham. Bahkan perempuan bisa salah paham tentang perasaannya terhadap teman yang memang dasarnya udah baik, dan baiknya ke semua orang, bukan ke perempuan itu saja, dengan menganggap rasa respect, atau entah rasa apa itu namanya menjadi rasa suka yang mengarah pada cinta. Dengan beranggapan laki-laki itu baik ya hanya pada dirinya seorang, padahal pada kenyataannya tidak πŸ˜…

Jadi, sebisa mungkin kita kembalikan segala rasa yang tumbuh di hati kita kepada Sang Pemilik hati, Allah.. terus ingat dan dekati Dia, dengan begitu maka hati kita akan menjadi lebih tenang dan dapat berfikir secara objektif bukan subjektif.

Dan, kita ga boleh sering-sering ngobrolin tentang dia, nanti berasa makin suka yang ada, malah nambah repot πŸ˜…

Be wise is a must buat kita deh pokoknya, apalagi dalam perkara hati. Karena menjaga hati itu bukan perkara mudah, tapi gampang-gampang sulit, hehehe

Semangat untuk lebih baik pokoknya yaa girls.. Ingat, Allah selalu bersama dan membersamai kita. Dan Allah adalah yang membolak-balikkan hati, jadi gantungkan setinggi-tingginya harapan hanya pada Allah saja yang Satu, okeeh? πŸ˜‰

Dan lagi, kita kan ga boleh yaa, sengaja liatin orang lain keseringan gitu, husssssh nanti jadi zina mata repot urusan, astaghfirullah πŸ™ˆ

Kamis, 11 Oktober 2018

Mural Kelas Sahabat Inspirasi

Haiii temanss..

Ingat postinganku tentang MIS Nurul Ikhsan sebelumnya?
Nah kali ini aku mau cerita sedikit tentang pengalamaku menginap 2 hari 2 malam disana, khususnya pada bagian sabtu Malam, eaaa satnight.

Ingat komunitas patnernya Sahabat Inspirasi di social project-nya yang ke-7 nanti? Yups, komunitas Gelagar Pemimpi. Seprti Sahabat Inspirasi yang punya hari besar untuk project 7, Gelagar Pemimpi pun demikian. MIS Nurul Ikhsan ini merupakan project ke-4 mereka, dan hari besarnya atau hari puncaknya adalah Sabtu-Minggu tanggal 29-30 September 2018.

Mewakili Sahabat Inspirasi yang di undang untuk menghadiri acara puncak project 4 mereka, aku dan beberapa teman hadir dan ikut berkontribusi. Kolaborasi yang menyenangkan dan membahagiakan buat aku, insyaAllah bermanfaat buat adik-adik MIS Nurul Ikhsan dan warga sekitar.

Nah, salah satu agenda besar kami selama menginap 2 hari 2 malam disana adalah menghias 4 kelas yang sudah selesai di bangun. Satu kelas dan MCK sekolah masih on-progress dan satunya lagi akan segera menyusul untuk di bangun insyaAllah. Untuk menghias kelas ini, Sahabat Inspirasi (SI) mendapat 'jatah' satu kelas yang merupakan salah satu kelas yang lebih luas dari kelas lainnya.

Mural yang dalam pengertian wikipedia, adalah menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Dari tim SI, kita sudah ada satu orang yang menguasai bidang mural, yang lain akan membantu sesuai arahan dari masternya (hehe). Tapi ternyata pas hari H, teman kita ini berhalangan hadir karna kondisi badannya yang tidak cukup sehat, walhasil tersisalah kita, 7 orang (yang pada malah harinya datang 4 bala-bantuan dari Jakarta) yang belum pernah sama sekali membuat mural, yang kemudian tetap melanjutkan mandat (lebay ya hahaha) untuk melukis kelas kita.


Ini kelas yang sedang di lukis oleh tim Gelagar Pemimpi, masih awal jadi belum keliatan hasilnya

Ini kelas yang sedang di lukin oleh para pelukis amatir plus dadakannya tim SI😁

Dibantu sorotan projector, kita melukis logo SI yang berntuk pohon dengan daun-daun istimewa :D
Sisa gambar lainnya lukis sendiri dengan teknik meniru gambar aslinya, karena jika harus menunggu giliran menggunakan projector (yang hanya satu dan yang akan dilukis 4 kelas, otomatis harus bergantian) maka tidak akan kunjung selesai gambar kita. Tapi gambar yang di gambar teman-teman cukup meyakinkan haha


Kita bergantian untuk memeberikan warna pada gambar yang sudah di lukis di awal. Dan secara pribadi, aku sangat bersemangat untuk melakukan mural ini, karena dulu, waktu jaman SD sampai dengan SMK aku lumayan suka menggambar, dan menikmatinya walau hasilnya pas-pasan hahaha


Ini memang proses yang melelahkan, cukup pegal dan membutuhkan kesabaran, tapi Alhamdulillah, berkat kerja keras teman-teman akhirnya kelas SI selesai di hias. Kita mulai menggambar pada Sabtu malam selepas sholat Maghrib sampai dengan sekitar pukul 1 atau 1.30 dini hari dan berlanjut pada Minggu pagi hingga siang harinya.




Inilah hasil kerja keras tim SI yang menggambar dengan penuh suka cita :






Dan inilah tim hebat SI yang bisa melakukan apa saja selama itu untuk kebaikan dan tanpa kenal lelah 😍





Terima kasih kaliiaaaann, atas kerja kerasnya, kerja-samanya, kerja ikhlas dan tulus sepenuh hati..
Terima kasih telah membersamai selalu dalam dan untuk kebaikan 😍




Selasa, 25 September 2018

Tanya Diri Sendiri, Tanya Hati

Kadang suka ngerasa gitu gak sih?
Kalo semua yang kita kerjakan melibatkan Allah didalamnya pasti terasa mudah.
Jadi gak mau jauh-jauh dari Allah.
Jadi addicted sama Allah

Karna memang sebenarnya kita juga gak bakal bisa apa-apa kalau tanpa Allah
Gak bisa ini gak bisa itu kalau gak Allah kasih kemampuan

Cuman sayangnya kita suka lari gitu aja dari Allah
Padahal kan kita yang bakal rugi.
Allah rugi? Gak, Allah gak bakal rugi kehilangan kita sama sekali.
BIG NO!

Kita ruginya sampe gak ketulungan kalo ninggalin Allah, karna kita yang butuh.
Yang kecil siapa, kita apa Allah? Udah jelas kita lah.
Yang bisa segalanya, bahkan hal yang sulit bahkan ga mungkin sekalipun siapa? Kita apa Allah? Udah pasti Allah.

Sekarang ngerasa mampu tanpa Allah?
Jangan salah!
Allah mampukan kita di dunia bukan karna sayang kalo kitanya jauhin Allah
Tapi itu azab dalam kedok 'kebahagiaan dunia'
Gak mikirin ya di akhirat nanti gimana kalo kita ga deket-deket sama Allah?

Trus, mau dengerin bisikan setan buat ninggalin Allah? Trus, masih menduakan Allah sama makhluk atau hal-hal dunia?

Yakin? Bener yakin nanti setelah mati ga bakal di hidupin lagi? Yakin nanti bakal baik-baik aja kalaupun di bangkitin lagi? Pede gitu ngadepin sidangnya Allah di Yaumil akhir?

Ini jadi bahan instrospeksi bagi saya. Untuk memicu dan menguji diri sendiri. Sudahkah jadi insan yang sebenarnya? Seperti yang Allah kehendaki dan tugaskan.